Kapok Membuat Prosesor Gagal, Qualcomm Luncurkan Snapdragon 820

Snapdragon 820

Apa prosesor yang paling sering mengisi dapur pacu smartphone-smartphone kelas atas tahun ini? Jelas jawabannya adalah Snapdragon 810 buatan Qualcomm. Prosesor ini diklaim bisa menghasilkan performa yang paling baik dibanding para kompetitornya. Namun itu hanyalah sekedar klaim, karena ternyata performa Snapdragon 810 ini kurang memuaskan, seperti panas berlebihan yang sering ditimbulkan, dan lain-lain. Akhirnya, banyak produsen seperti Samsung yang enggan menggunakan Snapdragon 810, dan lebih memilih untuk menggunakan prosesor buatan mereka sendiri, Exynos 7420, contohnya untuk produk Samsung Galaxy S6 mereka. Tekanan jadi tambah parah bagi Qualcomm karena produsen-produsen baru asal Tiongkok seperti Xiaomi pun lebih memilih prosesor yang lebih murah untuk menekan biaya produksi, seperti prosesor-prosesor buatan MediaTek dan Intel. Hal ini pun membuat Qualcomm harus menghadapi kesulitan keuangan di pertengahan tahun ini.

Sejak itu, masyarakat pun menunggu, kapan penerus (yang lebih baik) dari Snapdragon 810 ini akan muncul? Dan kini kita telah mendapatkan jawabannya.

Snapdragon 820, Apa Bedanya Dengan Snapdragon 810?

Baru-baru ini, Qualcomm pun mengumumkan kehadiran prosesor terbaru mereka yang diberi nama Snapdragon 820. Snapdragon 820 ini akan langsung menggantikan Snapdragon 810 sebagai prosesor primadona untuk smartphone kelas atas. Dengan pengumuman ini, Qualcomm sepertinya ingin mengangkat kembali kepercayaan produsen smartphone dan para konsumen sedini mungkin. Mereka seperti ingin cepat-cepat menghapus kenangan buruk dengan Snapdragon 810, dan mulai membuka lembaran baru. Snapdragon 820 sendiri baru akan masuk menjadi prosesor untuk smartphone yang dirilis pada awal tahun 2016 nanti.

Penggunaan arsitektur standard (Cortex) pada Snapdragon 810 disebut-sebut sebagai biang keladi mengapai performa Snapdragon 810 tidak memuaskan. Karena itu, Qualcomm pun memutuskan untuk menggunakan arsitektur buatan / custom yang disebut Kyro untuk Snapdragon 820 ini. Qualcomm pernah mencoba metode ini dengan membuat arsitektur custom bernama Krait pada proses pembuatan Snapdragon 801 dan Snapdragon 805, dan terbukti sukses besar. Karena itu, mereka pun seperti mencoba ‘kembali ke masa kejayaan’ mereka. Snapdragon 820 masih akan mempunyai 8 core (Octa Core) dan dibuat untuk mendukung teknologi 64-bit.

Adreno 530, Lebih Kencang Tapi Lebih Irit

Di saat yang sama, Qualcomm juga mengumumkan kehadiran Graphic Processing Unit (GPU) baru yang diberi nama Adreno 530, untuk menggantikan GPU sebelumnya, Adreno 430. Adreno 530 ini akan menjadi satu paket dengan Snapdragon 820. Mereka mengklaim kalau Adreno 530 merupakan GPU dengan performa tertinggi yang pernah mereka buat. Adreno 530 disebutkan bisa memperoleh performa yang 40% lebih baik, dengan konsumsi power yang 40% lebih rendah, apabila kita membandingkannya dengan Adreno 430 yang ada di Snapdragon 810 dan Snapdragon 805. Hal tersebut bisa terjadi karena Adreno 530 ini disebut-sebut sudah menggunakan teknologi 14 atau 16 nanometer dalam pembuatannya, lebih efisien dari Adreno 430 yang dibuat dengan teknologi 20 nanometer.

Snapdragon 820 1

Untuk mengejar ketertinggalan dari para kompetitor mereka, Qualcomm pun menambahkan fitur-fitur menarik pada Adreno 530, seperti dukungan untuk video dengan resolusi 4K, dukungan untuk 3D Graphics, dukungan untuk HDMI 2.0, dan lain-lain. Banyak pengamat yang menyebutkan kalau Adreno 530 ini juga bisa menjadi kunci dalam pengembangan teknologi Virtual Reality (VR). Dalam paket Snapdragon 820 ini, Qualcomm juga melakukan perbaikan terhadap satu komponen penting lainnya, yaitu Image Signal Processor (ISP) yang kini diberi nama Spectra.

Adreno 530 Snapdragon 820

Penasaran dengan performa prosesor baru ini? Mari sama-sama menunggu smartphone pertama yang akan menggunakan prosesor ini di awal tahun 2016.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>