KakaoTalk Menjadi Milik Daum, Tak Ada Lagi Aplikasi Messaging Tersisa

KakaoTalk

Seolah mengikuti jejak aplikasi pengiriman pesan yang lain, KakaoTalk pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kesendiriannya dan bergabung dengan sebuah portal internet besar di Korea Selatan, Daum Communications. Sebelumnya, hampir semua aplikasi pengiriman pesan ramai-ramai bergabung dengan perusahaan lain yang lebih besar. WhatsApp telah terlebih dahulu bergabung dengan Facebook, dan Viber pun telah menjadi bagian dari Rakuten. Keduanya dibeli oleh penguasa dunia maya di negara masing-masing dengan harga yang tidak murah. WhatsApp harus ditebus dengan harga 19 Milyar Dollar, sedangkan Rakuten mendapatkan Viber setelah membayar 900 Juta Dollar.

Selain WhatsApp dan Viber, sebenarnya masih ada aplikasi pengiriman pesan lain seperti WeChat dan Line, namun mereka sejak awal memang telah dimiliki oleh perusahaan lain. WeChat merupakan produk dari raksasa internet di negeri tirai bambu, Tencent. Sedangkan Line adalah aplikasi yang dibangun oleh Naver, portal internet terbesar di Korea Selatan yang merupakan pesaing dari Daum Communications. Ini artinya, selain Kik Messenger (yang terus berjuang untuk tetap bertahan) praktis tak ada lagi aplikasi pengiriman pesan yang benar-benar independen.

Lalu berapa harga yang harus dibayarkan Daum untuk mendapatkan KakaoTalk?

Tidak ada, alias gratis. Daum berhasil mengajak KakaoTalk untuk bersatu dan membuat perusahaan gabungan yang bernama Daum Kakao. Bila benar, maka gabungan kedua perusahaan tersebut akan mempunyai nilai modal yang luar biasa besar, 2.9 Milyar Dollar. Dengan begitu, mereka kini telah cukup kuat untuk menantang Naver untuk menjadi portal internet terbesar di negeri ginseng itu.

Dengan persatuan ini, KakaoTalk berharap mereka akan berhasil mengejar ketertinggalan mereka dari Line dalam hal jumlah pengguna. Saat ini pengguna Line telah berjumlah 400 Juta pengguna, sedangkan KakaoTalk baru mempunyai 130 Juta. Bersatunya KakaoTalk dengan Daum juga otomatis menyangkal rumor kalau KakaoTalk akan memasuki bursa saham Korea Selatan demi mengumpulkan dana segar.

Sedangkan bagi Daum Communications, hal ini akan sangat membantu mereka untuk merambah ke dunia mobile. Seperti kita tahu, portal-portal internet seperti Yahoo dan Baidu telah lama mengalami kesulitan karena beralihnya pengguna dari yang tadinya mengakses internet melalui PC, menjadi lewat perangkat mobile. Lewat KakaoTalk, Daum berharap mereka akan bisa lebih menjangkau pengguna yang menggunakan perangkat mobile. Setidaknya, keuntungan KakaoTalk yang tahun lalu berjumlah 59 Juta Dollar, juga akan menjadi milik mereka.

Layaknya pertarungan sengit Flipkart vs Snapdeal di India, perseteruan Daum vs Naver pun kini menjadi sesuatu yang menarik untuk disimak. Apalagi dengan adanya KakaoTalk dan Line yang juga saling bersaing di belakang mereka.

Sumber Gambar : itwebweekly.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>