Kabar Dari Blackberry Live – BBM Untuk Android dan iOS

BBM on Android and iOSJudul diatas pagi ini tengah menjadi headline di beberapa media, khususnya tech blog semacam aitinesia (but we know you love us more… right? oh come on… ). Berita tersebut datang dari Orlando, dalam konferensi tahunan Blackberry selasa lalu, semacam Google I/O (we’ll cover that one later.. no promise though *wink). Dalam konferensi tersebut, Thorsten Heins sebagai CEO Blackberry (dulu RIM) mengungkapkan bahwa pada musim panas tahun ini pengguna Android dan iOS dapat menggunakan fasilitas Blackberry Messenger (BBM) pada perangkat masing-masing.

Tidak tanggung-tanggung, fitur-fitur seperti voice call dan screen-sharing yang baru muncul di Blackberry 10 dijanjikan akan ikut serta di BBM untuk Android dan iOS. Fitur-fitur standard seperti group chat dan sharing foto juga dikatakan akan tersedia. Heins berujar bahwa layanan yang sampai sekarang eksklusif untuk perangkat Blackberry kini sudah siap menjadi aplikasi yang berdiri sendiri yang dapat diakses di perangkat iPhone, iPad, dan Android.

“It’s time to bring BBM to a greater audience, no matter what mobile device they carry” ungkapnya. Lebih lanjut, applikasi BBM ini rencananya akan tersedia untuk Android 4.0 (ice cream sandwich) dan iOS6 keatas. Dengan langkah tersebut, Blackberry Messenger siap menjadi aplikasi messaging multi-platform dan bertempur dengan aplikasi lain yang sudah mapan semacam Whatsapp, Line, KakaoTalk, dan WeChat.

Isu mengenai akses BBM pada platform selain Blackberry memang bukan hal baru. Beberapa tahun yang lalu sempat mencuat isi aplikasi BBM di Android namun dibantah oleh RIM. Hal tersebut wajar mengingat BBM menjadi salah satu nilai jual dari platform Blackberry. Merelakan BBM pada platform lain sama saja bunuh diri – penurunan penjualan.

Lain dulu, lain sekarang. Blackberry tengah mengalami gempuran dari Android dan iOS, belum lagi platform Windows Phone yang juga menyasar kelas bisnis membuat Blackberry berpikir ulang mengenai kebijakan-kebijakannya. Sekarang, aplikasi chatting multi-plarform benar-benar menjamur dan mengalahkan kepopuleran BBM. Sebut saja Whatsapp yang saat ini sudah memiliki pengguna sekitar 200 juta yang mengalahkan BBM mentah-mentah dengan hanya 60 juta pengguna aktif. Belum lagi apabila kita memperhatikan iklan di tv baru-baru ini yang dijamuri oleh Line, WeChat dan KakaoTalk. Line bahkan menawarkan hadiah mobil Honda Brio. Tentunya hal tersebut membuat Blackberry semakin gerah.

Senada dengan pepatah jawa: “if you can’t beat them, join them“, Blackberry bergabung dengan Whatsapp dan kawan-kawan menawarkan layanan lintas platform. Meskipun telat, strategi ini diharapkan dapat mengangkat keuntungan Blackberry, meskipun dengan risiko penjualan perangkat yang menurun.

Satu hal yang menjadi pertanyaan, apabila saat ini di perangkat Blackberry sendiri kita harus membayar semacam plan untuk mendapatkan layanan BBM, bagaimana nanti di Android dan iOS? Apakah ini juga salah satu cara monetisasi BBM? Jika iya tentunya kita berharap harga yang ditawarkan dapat bersaing dengan Whatsapp yang hanya membutuhkan $0,99 per tahun.

 

sumber

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>