Just.Me – Satu Aplikasi, Sejuta Guna

Pernahkah anda menghitung berapa banyak aplikasi Social Media yang anda gunakan setiap hari? Mengobrol dengan teman lewat Whatsapp, mencatat kegiatan sehari-hari dalam Evernote, berbagi foto dengan Instagram, lalu apa lagi? Semua aplikasi itu kini berusaha dilebur oleh seorang Keith Teare ke dalam sebuah aplikasi yang bernama Just.Me !!

Keith Teare adalah co-founder dari TechCrunch, sebuah blog teknologi terkenal. Selama 2 tahun terakhir ini, dia dan 14 orang karyawannya mengembangkan Just.Me dan telah meluncurkan versi Beta pada awal tahun ini. Di era teknologi mobile, tentu sebuah aplikasi tidak akan banyak dilirik bila tidak muncul dalam bentuk aplikasi mobile. Oleh karena itu, kini Just.Me pun hadir dalam bentuk aplikasi iOS untuk iPhone dan iPod Touch di 155 negara, dalam 32 bahasa. Versi Androidnya dikabarkan juga akan muncul beberapa bulan lagi.

Di dalam Just.Me, kita bisa memilih untuk mengirim pesan, photo, dan file-file lain kepada teman kita secara personal atau broadcast message via Facebook atau Twitter dengan Just.Me feed. Selain itu, kita juga bisa mengirim pesan kepada kepada diri kita sendiri. Untuk apa? Hal ini ternyata bisa kita gunakan untuk menjadi reminder atau Cloud Storage layaknya kita menggunakan aplikasi seperti Evernote. Menarik, bukan?

Layaknya aplikasi messaging lainnya, Just.Me juga memerlukan kekuatan pertemanan dan interaksi sosial untuk menjadi besar. Menyadari hal itu, tak salah kalau Teare berusaha memfokuskan diri untuk meningkatkan angka download Just.Me. Selain itu, setiap akun Just.Me juga akan terhubung dengan Contact List yang ada di dalam handphone atau akun email pengguna.

Di awal-awal, kita tak perlu mendaftar untuk bisa menggunakan aplikasi Just.Me, dan kita juga masih bisa menggunakannya untuk berhubungan dengan teman yang memakai aplikasi messaging lain. Namun untuk mengakses keseluruhan fiturnya, kita harus mendaftar sebagai pengguna.

Kehadiran Just.Me yang hampir mirip dengan Facebook Home dalam waktu yang bersamaan, tentu memunculkan pertanyaan. Seperti yang kita tahu, di belakang Just.Me ada nama Google Ventures sebagai salah satu pemegang saham, jadi sangat wajar kalau ada anggapan bahwa Just.Me adalah usaha Google untuk menyaingi Facebook Home. Ketika ditanya tentang hal itu, Teare hanya menjawab kalau ia justru bersyukur dengan adanya Facebook Home. Menurutnya, hal itu secara tidak langsung telah mengenalkan konsep ‘one-for-all application’ yang diusung Just.Me sehingga masyarakat bisa lebih familiar dengan Just.Me

Di balik kelebihan, pasti ada kekurangan yang muncul. Dalam kasus Just.Me, hal itu juga berlaku. Sebagai aplikasi yang ‘meleburkan’ beberapa aplikasi lain, Just.Me tentu mempunyai banyak sekali fitur, yang terkadang menyulitkan pengguna untuk memahami fitur-fitur tersebut satu per satu. Belum lagi ancaman bug yang terus mengintai berbagai fasilitas yang ada di dalamnya.

Akankah Just.Me akan menjadi ‘big thing’ selanjutnya? Kita lihat saja …

 

Sumber Gambar :

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>