Jangan Membuat Startup Lewat Kickstarter !

Kickstarter 1

Judul di atas mungkin sedikit provokatif, tapi hal itu harus anda ingat saat pertama kali anda berpikir untuk membuat startup dan menggunakan website crowdfunding seperti Kickstarter untuk mendanai startup anda. Mengapa?

Untuk startup-startup berukuran kecil, yang hampir mustahil mendapat kucuran dana dari pemodal besar, website-website crowdfunding seperti Kickstarter, IndieGoGo, dan lain-lain memang memberikan keuntungan tersendiri. Mereka bisa dengan mudah memperkenalkan startup yang ingin mereka buat, dan mendapatkan dana dari kumpulan pemodal yang juga merupakan pengguna website crowdfunding tersebut. Tapi apa benar dengan memasang rencana startup, game, film, atau apapun proyek yang sedang anda kerjakan di website crowdfunding, akan membuat anda berhasil? Faktanya, tingkat keberhasilan mendapatkan dana (sesuai yang diinginkan) pada Kickstarter saja tidak mencapai 33%.

Anda tetap ingin mencoba peruntungan di Kickstarter dan menjadi sang 33%? Mungkin anda harus berpikir lebih lanjut, terutama soal apakah startup yang anda buat akan benar-benar sukses. Seorang pembuat game, Steve Swink, berhasil mengumpulkan dana lebih dari 100.000 Dollar untuk mendanai pembuatan game terbarunya, Scale. Di gelaran Game Developers Conference, ia mengatakan kalau sekalipun ia telah sukses mendapatkan dana yang besar, proses pembuatan game yang ia lakukan jadi semakin berat karena ia punya kewajiban moral untuk mempertanggung jawabkan uang tersebut.

Mungkin kita juga bisa mengambil pelajaran dari Jay Pavlina, yang pada bulan Juli tahun 2012 mendapatkan dana 53.509 Dollar untuk membuat game yang berjudul Super Action Squad. Kini, hampir 2 tahun kemudian, game tersebut belum juga rampung. Jay dan timnya memang bukan kalangan amatir di dunia game, tapi mereka biasanya hanya membuat game untuk kesenangan pribadi. Mereka belum pernah membuat game ‘yang sebenarnya’ dengan tampilan yang menjual dan strategi pemasaran yang bagus. Akhirnya, kini mereka kebingungan bagaimana mereka harus mempertanggung jawabkan uang yang mereka terima lewat Kickstarter.

Setelah mendengar semua cerita itu, mungkin kita bisa belajar sesuatu. Jangan coba-coba memperkenalkan proyek yang anda sendiri belum yakin kalau proyek itu akan selesai. Memperkenalkan proyek lewat Kickstarter sama saja dengan mempertaruhkan kredibilitas anda. Sekali anda gagal, maka akan ada banyak orang yang tahu dan langsung meragukan kemampuan anda.

 

Sumber Gambar : digitaltrends.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

3 Responses

  1. paijo says:

    sepertinya anda pernah jadi yg 33% itu, kalo semua org berpikiran kayak elo, ya mana ada yg sampai finish. stop berusaha bikin org pesimis. klo mau gagal, gagal aja sendiri. pret..!!!

  2. Hamba allah says:

    Sepertinya pengetahuan anda terlalu cetek untuk menyimpulkan kickstarter. dan seperti yang atas saya katakan. “sepertinya anda pernah jadi yg 33% itu” sehingga anda mencoba untuk menyebarkan kekesalan anda. padahal kickstarter sangat membantu jika orang yang memandangnya memiliki otak yang besar, (tidak kecil) SEPERTI ANDA.

  3. Liliana says:

    Informasi yang menarik, tapi untuk usaha tingkat UKM yang membuat suatu produk kerajinan apakah hal itu berlaku di model pendanaan crowdfunding?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>