[Interview] Sebuah Kisah di Balik Pembuatan Aplikasi BajajApp (Kini BajaiApp)

Sriyadi, Manager Humas Aplikasi BajajApp / BajaiApp

Sriyadi, Manager Humas Aplikasi BajajApp / BajaiApp

Sebelumnya kami telah membuat artikel tentang Aplikasi BajajApp, yang kemudian menjadi viral di social media. BajajApp ini adalah aplikasi yang memungkinkan kita memesan Bajaj secara online via smartphone kita. BajajApp menambah barisan aplikasi mobile terkait transportasi, setelah sebelumnya telah ada Go-Jek, GrabBike, GrabTaxi, Uber, dan lain-lain.

Aplikasi BajajApp, Sebuah Ide Dari Pengamatan Sederhana

Kemarin, 13 Agustus 2015, kami akhirnya berhasil mewawancarai perwakilan dari pihak BajajApp, yaitu sang Manager Humas, Sriyadi. Menurut beliau, ia dan tim memutuskan untuk membuat BajajApp setelah melihat fenomena boomingnya pemesanan transportasi secara online, dan kian banyaknya Bajaj berbahan bakar gas yang ramah lingkungan. “Bajaj berbahan gas itu ramah lingkungan, dan sering digunakan masyarakat untuk belanja dan bepergian. Dari situlah muncul ide untuk membuat BajajApp,” ujar Sriyadi.

BajajApp BajaiApp Penumpang

BajajApp sendiri dibuat oleh tim yang dipimpin oleh 4 orang, Feryanto, Darwin Wijaya, Yusak Oey, dan Sriyadi sendiri. Mereka mengakui kalau BajajApp saat ini masih dalam tahap ujicoba, sehingga pengemudi pun masih sangat terbatas. Bahkan, dalam waktu dekat, mereka akan mengganti nama aplikasi mereka dari yang semula BajajApp, menjadi BajaiApp. “Kami ingin nama yang unik, sehingga bisa mudah diingat orang,” jawab Sriyadi ketika kami menanyakan tentang alasan di balik pergantian nama tersebut.

Aplikasi BajajApp yang Kini Berubah Nama Menjadi BajaiApp

BajajApp (mulai saat ini disebut BajaiApp) sendiri seperti menjadi kado spesial bagi para pengendara Bajaj yang selama ini seperti terpinggirkan. Menurut data BajaiApp, dalam sehari pengemudi Bajaj rata-rata hanya mendapatkan 3 sampai 4 penumpang, dengan omzet Rp 30.000 per penumpang. Hal itu makin diperparah dengan proses tawar menawar yang harus dilakukan sebelum mengantar penumpang. Banyak penumpang yang sering kelewatan menawar sehingga tidak bisa diterima pengemudi Bajaj. “Kalau tawar-menawar tidak cocok, ya terpaksa mereka harus ngetem lagi,” begitu menurut Sriyadi. Kehadiran BajaiApp diharapkan bisa menghilangkan fenomena buruk tersebut, dan membawa banyak penumpang untuk para pengemudi Bajaj.

BajajApp BajaiApp Aplikasi Bajaj

Soal penyebaran pengemudi BajaiApp, Sriyadi mengatakan kalau saat ini mereka baru fokus pada wilayah Jakarta Utara, tempat kantor mereka berada. Namun sekarang sudah banyak juga pengemudi BajaiApp di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Jakarta Pusat dan Jakarta Barat akan menyusul kemudian.

Hambatan yang Ditemui Dalam Pembuatan Aplikasi BajajApp (Kini BajaiApp)

Ketika BajaiApp ini hadir, banyak pertanyaan terkait keterbatasan operasional Bajaj yang tidak bisa melintas di jalan-jalan tertentu seperti jalan-jalan protokol. Menurut Sriyadi, seluruh pengemudi Bajaj sudah tahu akan aturan itu, dan penumpang diharapkan bisa maklum untuk tidak minta diantar melintasi jalan-jalan tersebut. Dalam waktu dekat, Sriyadi mengatakan kalau BajaiApp akan segera berkoordinasi dengan Organda (Organisasi Angkutan Darat) di DKI Jakarta terkait kehadiran aplikasi BajaiApp ini. “Seharusnya sih tidak ada masalah, karena selama ini Bajaj kan memang sudah berplat kuning, dan selalu memenuhi aturan dari pemerintah,” tegas Sriyadi. Tunggu hasil dari pertemuan antara BajaiApp dan Organda di website kesayangan anda ini.

BajajApp BajaiApp Pengendara

Punya pertanyaan lain terkait kehadiran BajaiApp? Sampaikan saja di kolom komentar di bawah ini, agar kami bisa tanyakan langsung kepada pihal BajaiApp.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

11 Responses

  1. ratna iryani says:

    Tq to bajajapp.. wktu panas ga perlu lama2 nunggu dan nyetop bajaj.. and then ga perlu tawar menawar. Dan saat malam hari juga ga prlu tkt nunggu lama2 di pusat keramaian krna bajaj yg dipesen lgsg reply dan siap menjemput. Hahahah.. dan wktu pagi hari mw brgkt kerja driver dh nunggu depan rmh. Tq bangt to bajajapp. Drivernya semua sopan dan ramah. Sukses utk bajaj app…

  2. Fauzan says:

    Habis ojek, terbitlah Bajaj. :D
    Menarik nih kalau diulas lebih jauh tentang para pendirinya, hehe.

  3. benny says:

    cara bergabung dengan grup bajajapp gmana ya?dan bagaimana bagi pengusaha yg memiliki banyak bajaj gas ini untuk bergabung?dan bagaimana bagu pengusaha tersebut mendapatkan keuntungannya?

    • adityahadi says:

      Coba cari aplikasi BajaiApp Partner, itu aplikasi untuk pengendara Bajaj yang ingin ikutan. CUkup daftarkan semua pengendara di aplikasi tersebut. Keuntungannya? mungkin setoran bisa bertambah :)

  4. Fikri says:

    Ini app nya monetize nya dari mana ya? Iklan aja kah, ato revenue share yah sama Bpk2 supir? Nitip tanya ya

  5. Amad saroni says:

    Mohon maaf, saya ini supir bajay, bagaimana caranya agar bs bergabung menjadi pengendara bajaiapp ini..??

  6. Melissa says:

    Hi mas Aditya Hadi. Kalau saya ingin menawarkan consulting offers dalam bidang research, namun nampaknya tidak bisa mendapatkan contact

  7. Melissa says:

    Hi mas Aditya Hadi. Kalau saya ingin menawarkan consulting offers dalam bidang research, namun tidak bisa mendapatkan contact bagian marketing BajaiApp, apakah mungkin bisa dibantu? :)

    Thank you!
    (Mohon maaf comment saya sebelumnya terkirim sebelum selesai.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>