[Interview] GM OnePlus Asia Tenggara: Adrian Lee + Bocoran Smartphone OnePlus Terbaru

Adrian Lee OnePlus
Salah satu smartphone yang cukup banyak mendapatkan sorotan media akhir-akhir ini adalah OnePlus 2. Beruntung sekali redaksi aitinesia beberapa hari yang lalu mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan ofisial OnePlus.

Kesan pertama bertemu dengan Adrian Lee selaku General Manager OnePlus South East Asia cukup diluar dugaan. Sebagai GM regional dari smartphone yang tengah naik daun, Adrian terlihat sangat bersahabat dan dekat. Rasa-rasanya nilai-nilai OnePlus yang selalu ingin mendengarkan penggunanya sudah melekat dengan Adrian.

Setelah berkenalan dan berbincang singkat kamipun menginterview Adrian yang datang bersama Eric Wang selaku General Manager Multi Mobile Indonesia (partner OnePlus di Indonesia) dan Shinta Hawa selaku Community Manager OnePlus Indonesia. Sesi interview-pun berjalan cukup panjang karena kami sangat tertarik mengenai OnePlus, produknya, serta rencananya di Indonesia. Sempat berpikir untuk mengurangi pertanyaan yang akan ditampilkan di sini supaya tidak terlalu panjang, namun kami rasa banyak hal menarik yang disampaikan Adrian dan rekan. Jadi, siap-siap ya agak panjang.

Mari kita mulai.

[aitinesia – ai] Sebelum kami bertanya-tanya mengenai OnePlus, kami ingin tahu alasan Anda tertarik bergabung dengan perusahaan seperti ini?

[Adrian Lee – AL] Sebelumnya saya menghabiskan waktu kerja saya di beberapa perusahaan. Yang saya temui adalah jarak antara perusahaan dengan para konsumen begitu jauh. Banyak dinding yang mesti dilewati oleh konsumen untuk bahkan sekedar mengeluh dan memberikan usul. Hal tersebut tidak terjadi di OnePlus.

Ada sebuah cerita menarik. Suatu ketika ada seorang fans – kami memilih menyebutnya fans dibanding konsumen – yang menghubungi saya melalui LinkedIn dan berkeluh kesah mengenai OnePlus-nya. Fans tersebut merupakan warga negara Belarus. Saya (selaku General Manager Asia Tenggara -red) membalasnya dan berkata, “Hey, saya tidak bisa membantu Anda namun saya akan mencarikan seseorang yang bisa”. Dan tidak sampai 24 jam masalah tersebut terselesaikan. Saya rasa hal demikian cukup sulit terjadi pada perusahaan lain.

Adrian Lee - General Manager OnePlus Southeast Asia

Adrian Lee – General Manager OnePlus Southeast Asia

[ai] Saat ini kira-kira berapa jumlah total karyawan OnePlus seluruh dunia?

[AL] Jumlah pastinya saya kurang tahu, namun kisarannya ada di angka 700.

[ai] Bagaimana dengan Indonesia?

[AL] Di Indonesia kami menggandeng Eric selaku tim promosi serta penjualan kami, namun selain tim partner tersebut baru ada satu orang: Shinta sebagai Community Manager.

[ai] Lantas, bagaimana strategi pemasaran dan penjualan OnePlus di Indonesia? Beberapa minggu terakhir kami kerap mendengar iklan OnePlus di radio.
[AL] Pada dasarnya konsep pemasaran OnePlus tidak menggunakan biaya pemasaran yang besar-besaran. Bahkan saya yakin bos saya akan marah besar ketika menuju bandara terpampang baliho besar-besaran yang mengiklankan produk OnePlus. Kami tetap ingin membiarkan produk kami yang berbicara. Namun jika partner lokal kami tetap ingin melakukan promosi ke media, kami tidak akan melarangnya selama tidak berlebihan.
[Shinta Hawa – SH] Untuk pemasaran kami cenderung berfokus kepada komunitas. Di Indonesia sendiri kami telah menggelar beberapa event khusus power user OnePlus sehingga dapat memberikan tips dan trik bagaimana menggunakan OnePlus dengan lebih baik.

[ai] Baik, sekarang mari kita berbicara mengenai produk. Semua orang rasanya senang dengan cerita ‘from zero to hero’. Bisa diceritakan sedikit mengenai cerita tersebut pada OnePlus?

[AL] Saya akan menceritakan kembali cerita dari co-founder OnePlus. Pada saat itu dia sedang duduk-duduk sembari berpikir mengapa untuk mendapatkan sebuah perangkat smartphone dengan kualitas bangun dan desain yang baik serta spesifikasi yang tinggi, seseorang harus merogoh koceknya cukup dalam? Kemudian munculah ide konsep OnePlus One. Ternyata sambutan komunitas sangat baik. Kami melibatkan para fans kami dalam menyusun spesifikasi OnePlus One sehingga yang kami buat benar-benar apa yang diinginkan mereka.

Kemudian kami membuat sistem undangan untuk dapat merencanakan produksi lebih baik. Karena kami bukan perusahaan besar yang memiliki banyak dana untuk inventori dan pemasaran, sehingga segala sesuatunya harus dilakukan dengan tepat.

Pada awalnya kami hanya menargetkan sekitar 10.000 unit untuk gelombang pertama. Namun reservasi dari undangan terus berdatangan sampai-sampai pabrikan kami kewalahan.

Yang membuat kami bangga adalah dukungan dari para fans yang setia. Anda bisa lihat sendiri bagaimana aktivitas forum kami. Saat ini kami memiliki fans termuda berusia 16 tahun yang tinggal di Singapura. Dia begitu aktif memoderasi forum bahkan tanpa imbalan yang kami tawarkan. ‘Militansi’ seperti itulah yang membuat kami merasa kami telah berada di jalur yang benar.

[ai] Super sekali. Kemudian, yang belakangan ini hangat diperbincangkan adalah ‘perceraian’ dengan Cyanogen? Bagaimana OnePlus ‘Move on’ dan bagaimana OnePlus menggantikan pengalaman pengguna (user experience) Cyanogen yang banyak dicintai tersebut?

[AL] Pada dasarnya yang menyebabkan berpisahnya OnePlus dan Cyanogen adalah adanya perbedaan orientasi bisnis. Namun kami optimis dengan Oxygen sebagai pengganti. Saat ini kami terus memperbaiki pengalaman pengguna yang dimiliki Oxygen bahkan kami meluncurkan pembaruan setiap hari.

[ai] Pembaruan tersebut apakah untuk mode developer? Bagaimana dengan versi stabil? Seperti apa frekuensi pembaruan nantinya?

[AL] Ya, benar. Untuk versi stabilnya akan ada pembaruan setiap bulan. Kami tidak ingin membebankan pengguna kami dengan pembaruan yang terlalu sering sehingga membuat kurang nyaman. Satu bulan kami rasa jangka waktu yang tepat.
Untuk masalah ini kami rasa kami mengatasinya dengan cukup baik, bahkan kami merupakan salah satu yang pertama yang menggelontorkan perbaikan (patch) untuk celah Stagefright. Sayangnya hal tersebut kurang mendapatkan sorotan dari media.

[ai] Oh, jangan khawatir, kami akan menyorotnya :)
Sebelum lebih jauh berbicara mengenai OnePlus 2, kami ingin bertanya sedikit mengenai OnePlus One. Sejauh ini, sudah berapa banyak OnePlus One yang terjual di Indonesia?

[Eric Wang – EW] OnePlus One sendiri baru mulai dijual di Indonesia sejak sekitar 4 bulan yang lalu. Dan sampai sekarang telah terjual sekitar 10.000 unit dan terus bertambah.

[AL] Secara global, OnePlus One sendiri telah terjual sekitar 1,2 juta unit.

Eric Wang - General Manager Multi Mobile Indonesia

Eric Wang – General Manager Multi Mobile Indonesia

[ai] Baiklah, sekarang mari kita berbicara mengenai OnePlus 2. Pertanyaan pertama, mengapa terjadi perbedaan penulisan dari OnePlus One menjadi OnePlus 2?

[AL] Jawabannya sederhana; bagaimana nanti ketika muncul OnePlus Fourteen?

[ai] Masuk akal. Namun pada saat menamakan OnePlus One, apakah hal tersebut belum terpikir?

[AL] Sejujurnya pada saat pertama kali kami mencetuskan OnePlus One kami tidak menyangka responnya sebaik ini. Pada saat itu kami belum berpikir perjalanan kami akan sejauh ini.

[ai] Pertanyaan yang paling ditunggu-tunggu nih; kapan OnePlus 2 akan mulai dijual di Indonesia?

[AL] Kami sendiri belum bisa menjawab dengan pasti karena saat ini OnePlus 2 masih dalam proses pengujian SDPPI (semacam sertifikasi postel -red). Setelah perizinan selesai kami akan langsung membuka penjualan OnePlus 2 di sini. Perkiraan kami di awal kuartal 4 tahun ini.

[ai] Bagaimana dengan sistem undangan? Kapan mulai dibuka?

[AL] Saat ini selama belum ada lampu hijau perizinan kami belum membukanya. Namun nanti setelah semua itu selesai akan segera kami buka.

[ai] Berapa banyak OnePlus 2 yang siap dibeli pada gelombang pertama?

[AL] Sekitar 10.000

[ai] Mesti siap-siap rebutan nih. Apakah akan tetap menggandeng Lazada Indonesia sebagai penjual eksklusif?

[AL] Saat ini iya. Namun kami juga tengah melakukan eksplorasi opsi penjualan secara offline dengan partner kami.

[ai] Pada OnePlus One, selang beberapa lama setelah sistem undangan, OnePlus One akan dijual secara bebas tanpa mengharuskan memiliki undangan sebelumnya. Apakah hal yang sama akan terjadi juga pada OnePlus 2?

[AL] Pada akhirnya iya. Namun terdapat kebanggaan sendiri dalam menjadi yang pertama.

[ai] Tentu saja. Bahkan sempat terjadi jual-beli undangan di antara para fans OnePlus.

[AL] Bahkan saya sempat melihat seseorang menjual undangan tersebut dijual di eBay dengan harga 100 poundsterling.

[ai] Menurut Anda, siapa saingan terberat OnePlus 2 di Indonesia?

[EW] Sebenarnya kami tidak pernah melihat yang lain sebagai saingan. Setiap orang memiliki kebebasan dalam memilih smartphone idamannya. Kami hanya berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi para fans kami.
[ai] Belum lama ini hangat mengenai diberlakukannya peraturan pemerintah mengenai muatan lokal dalam smartphone (TKDN). Bagaimana OnePlus menyikapi peraturan pemerintah tersebut?

Saat ini kami tengah menyapkan diri mengenai hal tersebut. Kami berencana akan menggandeng partner lokal untuk memenuhi muatan dalam negeri pada ponsel kami nantinya.

[ai] Ada rencana akan membuka pabrik di Indonesia?

Saat ini belum.

[ai] Kami mendengar kabar bahwa OnePlus akan merilis smartphone lagi dalam waktu dekat setelah OnePlus 2. Benarkah demikian?

[AL – Sambil tertawa] Sejujurnya tidak banyak yang bisa kami ceritakan mengenai hal tersebut. Namun yang bisa kami ceritakan adalah apabila OnePlus One dan 2 ditujukan untuk power user, maka smartphone tersebut akan mengisi kebutuhan pengguna di bawah power user tersebut. Orang-orang yang menginginkan smartphone yang reliable untuk kebutuhan sehari-hari.

[ai] Jadi kalau kami simpulkan smartphone baru OnePlus nantinya akan mengisi pasar menengah bawah dengan harga yang lebih murah dari seri utama dan spesifikasi yang lebih rendah?

[AL – Masih sambil tertawa] Kita lihat saja nanti. Yang jelas OnePlus tidak ingin juga menjadi produsen yang membanjiri pasar dengan beragam kelas smartphone untuk berbagai segmen sampai-sampai membingungkan.

[ai] OnePlus menurut kami juaranya ketika berbicara mengenai rasio price-to-performance. Saat ini untuk chipset MediaTek dengan seri-seri terbarunya digadang-gadang juga juaranya rasio price-to-performance dengan performa yang tidak kalah dengan besutan Qualcomm. Apakah kita dapat melihat kerja sama kedua juara ini dalam waktu yang akan datang? OnePlus ber-chipset MediaTek?

[AL] Saya sejujurnya suka sekali dengan istilah rasio price-to-performance. Namun untuk pertanyaan tersebut saat ini saya belum tahu jawabannya. Yang bisa saya beritahukan adalah Qualcomm sejauh ini telah menjadi mitra yang baik dengan dukungan yang prima.

[ai] Berbicara mengenai Qualcomm, Snapdragon 810 sempat ramai menjadi buah bibir karena performanya yang mudah membuat panas. Bagaimana OnePlus mengatasi hal tersebut.

[AL] Kembali ke jawaban kami sebelumnya. Dukungan Qualcomm sangat baik. Untuk OnePlus 2 kami menggunakan varian 2.0 dari Snapdragon 810 yang didesain khusus untuk OnePlus 2. Sehingga masalah-masalah yang timbul pada versi pertama tidak muncul.

[ai] Sepertinya kami kehabisan pertanyaan. Kalau begitu, sebagai penutup, pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada para pembaca aitinesia?

[AL] Terus dukung brand kami menjadi lebih tinggi, dan percayalah kami melakukan yang terbaik untuk para fans kami.

[ai] Terima kasih atas waktunya. Kami merasa sangat terhormat mendapatkan waktu Anda yang berharga. Sebelum berpisah, boleh beerfoto dahulu?

Adrian Lee, Galih Permadi, Eric Wang

ki-ka: Adrian Lee, Galih Permadi, Eric Wang

 

 

 

 

 

 

n.b.: Beberapa hari lagi OnePlus Indonesia akan memberikan kami beberapa buah merchandise untuk dibagikan kepada para pembaca yang budiman yang beruntung. Jadi, pantengin terus aitinesia yah. muach

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

16 Responses

  1. hmmm… sepertinya keren juga OnePlus 2 ini. Berharap segera mass production di Indo biar makin terjangkau harganya

  2. Dito says:

    Oneplus segmen menengah ke bawah? Boleh tuh buat non power user. Oneplus 2i mungkin? Semoga interfacenya juga lebih mudah digunakan, biar orang tua bisa pake tanpa perlu nanya mulu XD

    Btw kalo udah ada invitation buat Oneplus 2 juga boleh loh bagi2 ~

  3. Yanuar says:

    Oneplus saingannya xiaomi kalau utk urusan Price per Performance. Walau untuk urusan packaging, menurut gw Oneplus lebih bagus & elegan.. :D
    Mudah2an bisa keluar Oneplus 2 versi harga rakyat. yaaah.. sekelas harga redmi gitu.. :P

    BTW, interviewnya keren.. Jadi penasaran bakal keluar ampe Oneplus 14 (fourteen) apa nggak.. hehehe..

  4. Satrio says:

    Sepertinya akan makin memanaskan market smartphone di Indonesia nih :D
    Xiaomi dapet saingan tangguh sepertinya :P.. Semoga range price under 2 juta dan siap” menjadi ponsel sejuta umat.

  5. Adhe Putri says:

    Menarik melihat spesifikasi, tp untuk sistem penjualan di Lazada sepertinya dng sistem Flashsale, disitu yg kadang bikin malas. Tp mendengar sang GM akan akan menjual jg di offline makin disitu yg bikib antusias. Oiy semoga aftersales produk ini bagua juga yaa. Salam :-)

  6. Dimas Bella Pradana says:

    Setelah agak kecewa dengan Mi note, semoga yang satu ini juga gak ngecewa’in,, :D

  7. Momo Sutarto says:

    Sejak diberi tahu oleh teman dan melihat spesifikasi dari OnePlus 2, jujur, keinginan untuk mengganti smartphone lama saya datang.
    Hal ini ngga pernah saya rasakan meskipun samsung mengeluarkan s6 ataupun galnote 5. Btw, saya pengguna galnote 2.
    Setelah membaca interview dari aitinesia dan GM OnePlus Asia Tenggara, Adrian Lee, saya semakin yakin kalau insting saya benar untuk memilih OnePlus 2 sebagai pengganti.
    Saya sangat menanti akan rilisnya OnePlus 2 di Indonesia dan saya tidak sabar untuk merasakan keunikan dari OnePlus 2.
    Nice job for the interview. You guys made my day. Ditunggu kelanjutan infonya seputar OnePlus.

    tl;dr
    Me want OnePlus 2!!!! XD

    Kalau ada invitation untuk OnePlus 2, mau dong..

  8. Fauzan says:

    Masih bisa dapet kaos gak ya?

    *kaboor*

  9. Daffa Alif says:

    Apa yang saya suka dari Oneplus ini adalah marketingnya. Bicara soal smartphone buatan negeri tirai bambu, tidak akan ada habisnya. Namun saat kita bicara soal mana smartphone Tiongkok yang paling bagus marketing dan brandingnya, maka tentu bisa dihitung dengan jari. Oneplus adalah salah satu yang paling menonjol.

    Dan 10.000 untuk penjualan? Hmmm… Saya rasa itu masih kurang untuk Indonesia.

    Never Settle!

  10. Frendy Halim says:

    OnePlus selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada fans nya
    Sejauh ini pakai OnePlus One puas banget banget banget !

    Salut banget dengan pelayanannya, jika di hubungi maka akan di tanggapi secepatnya
    Pokoknya OK deh !

    *Itu pendapat pribadi saya looh!
    Saya tunggu bajunya y gan! (Kalau mas fauzan kabur saya nungguin deh hehehe)

  11. josi says:

    ya kalo one plus mau bersaing di kelas menengah kebawah, minimal speknya harus diatas harga lah
    . minimal gitu biar bisa bersaing sama xiaomi Dan altalcatel one touch di bangsa 2jutaan :shakehand

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>