Instagram yang Harus Mulai Berbisnis

instagram-business

Tak dapat kita pungkiri kalau tujuan akhir dari setiap bisnis adalah uang. Ada yang berusaha mendapatkannya secara langsung, ada juga yang mencarinya secara perlahan. Dan membangun startup, juga merupakan sebuah bisnis di bidang teknologi. Mari kita ambil kisah Instagram dan Facebook terkait bisnis startup ini.

Instagram telah melakukan cara yang kedua, mencari uang secara perlahan. Secara finansial, Instagram memang belum bisa menghasilkan uang. Selama bertahun-tahun mereka terus memberikan layanan photo-sharing (dan kini video-sharing) yang gratis dan keren, hingga mempunyai basis pengguna yang begitu besar hingga saat ini. Bulan lalu saja, ada 160 milyar foto yang diupload dan 1 milyar ‘likes’ yang diberikan oleh 130 juta pengguna aktif. Angka tersebut adalah 1/10 dari user base yang dimiliki Facebook.

Nah, bila kita bicara bisnis yang dijalankan oleh Facebook, ada cerita yang berbeda.Sudah sejak lama Facebook menghasilkan uang secara cepat dari iklan, games, dan berbagai cara lain yang memungkinkan mereka ‘memeras’ dompet para penggunanya. Ada juga yang mengatakan kalau Facebook menjual data-data pribadi kita demi keuntungan mereka. Kini mereka bahkan sudah bermain di bursa saham, dengan kisaran harga yang cukup baik. Intinya, apa pun akan dilakukan Facebook untuk ‘mencari recehan’.

Seperti yang kita tahu, perjalanan Facebook dan Instagram bersinggungan ketika Facebook membeli Instagram seharga 1 Milyar Dollar. Seperti biasa, seorang pembeli berhak melakukan apa saja terhadap sesuatu yang mereka beli. Berdasarkan pada alasan itu, Mark Zuckenberg (CEO Facebook) mengatakan baru-baru ini kalau ia tengah ‘membangun Instagram sebagai sebuah bisnis’. Dan bila waktunya tepat, mereka akan memikirkan soal iklan.

Iklan di dalam sebuah startup memang bukan hal baru. Pengguna biasanya akan mengabaikan iklan tersebut demi sebuah akses gratis. Tentu saja startup tersebut harus berbeda dan mengungguli semua pesaingnya. Kalau tidak, para pengguna startup masa kini sudah begitu pintar untuk memilih yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada, dan begitu fleksibel untuk berpindah aplikasi bila aplikasi yang mereka gunakan sudah tidak lagi nyaman.

Facebook sendiri telah mengalami fenomena tersebut. Bosan dan merasa tidak nyaman dengan Facebook, para pengguna memilih untuk berpindah ke social media baru yang mulai banyak bermunculan. Banyaknya iklan dan terlalu terbukanya akses pertemanan menjadi sebagian alasan mereka yang mulai meninggalkan Facebook. Instagram sendiri sebenarnya adalah salah satu alternatif social media yang menjadi ‘tempat hijrah‘. Dan kalau nantinya Facebook juga akan berbisnis lewat Instagram, seharusnya mereka belajar dari pengalaman terdahulu dan bisa memilih cara yang lebih pintar.

Bila Facebook nantinya juga akan memenuhi Instagram dengan iklan yang mengganggu, ke mana lagi para pengguna itu akan hijrah?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>