Instagram-ization of Twitter

Sejak masa-masa awal perkembangan sosial media di Internet, dokumen berupa foto atau gambar telah mendapat perhatian yang cukup besar. Tak cukup dengan website khusus ‘album foto digital’ semacam Flickr, ImageShack, Photobucket, dan sejenisnya, basis sosial media besar seperti Friendster, Facebook, dan Twitter pun juga ikut menyediakan tempat untuk menyimpan foto. Tak lupa, mereka pun mengintegrasikannya dengan perangkat komunikasi yang biasa dipakai pengguna sehingga proses mengupload foto ke internet cukup dilakukan dengan hanya menekan beberapa tombol saja.

Tidak berhenti di situ, para pengguna sosial media yang masih amatir di bidang fotografi sepertinya mulai ‘ngiri’ dengan teman-teman mereka yang sudah profesional dan bisa pamer foto-foto keren. Itulah celah yang diambil oleh Instagram hingga ia menjadi begitu terkenal saat ini. Dengan fungsi ‘Photo Filter’, seorang fotografer pemula pun bisa menghasilkan foto dengan efek-efek canggih yang sebelumnya hanya bisa dibuat oleh para fotografer terkenal, lagi-lagi hanya dengan menekan beberapa tombol.

Instagram pun menjadi fenomena baru di tengah persaingan 2 SocMed besar, Facebook dan Twitter. Demi jejaring fotografi yang potensial ini, Facebook rela mengeluarkan uang sebesar 1 Miliar Dollar untuk mengamankannya dari para pesaingnya, seperti Twitter dan Google. Dampaknya jelas, pengguna Instagram semakin meningkat. Para pengguna Twitter pun seringkali mengupload foto ke Instagram, tentunya dengan polesan filter-filter menarik, sebelum kemudian menyebarkannya via akun Twitter mereka.

Menyadari hal itu, Twitter tidak tinggal diam. Cukup lama mereka berusaha mencari sosial media sejenis Instagram yang bisa dibeli dengan harga terjangkau, sayangnya usaha itu gagal. Akhirnya mereka pun membuat rencana menarik, membuat filter aplikasi sendiri di dalam Twitter. Dengan aplikasi tersebut, nantinya para pengguna Twitter bisa mengupload foto-foto menarik mereka tanpa harus ‘capek-capek’ memakai Instagram terlebih dahulu. Hal ini pun disambut baik oleh para Very Important Twitters, para pengguna Twitter kelas kakap. Saya sendiri telah menemukan aplikasi filter itu ketika ingin posting foto lewat UberTwitter for Android, masih sangat sederhana dan filter yang disediakan pun masih terbatas. Apakah akan ada pengembangan lebih lanjut? Kita nantikan saja.

Pertanyaan lain yang mencuat seiring dengan kemunculan filter foto di Twitter ini adalah apakah Twitter ingin benar-benar memutuskan hubungan dengan Facebook. Seperti yang kita tahu kalau selama ini para pengguna Twitter masih sering menyalin tweet mereka menjadi ‘Status Update’ di Facebook, begitu juga sebaliknya. Walau masih berjalan beriringan, pergerakan mereka di pasar sosial media mengindikasikan ‘perceraian’ total antara keduanya di kemudian hari.

 

Sumber Gambar : ijailbreak.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>