Indonesia Akan Menjadi Surga Game Mobile

Global Mobile Game Congress

Setelah event Game Developers Conference (GDC) beberapa waktu lalu, para penggila game kembali disuguhi sebuah event menarik. Kali ini, mereka bisa menikmati Global Mobile Game Congress (GMGC), yang berlangsung di Beijing pada tanggal 26 dan 27 Maret kemarin. Berbeda dengan GDC yang fokus kepada para developer game, GMGC lebih berkonsentrasi pada perkembangan game berbasis device mobile seperti smartphone.

Untuk mengakhiri hari pertama event tersebut, penyelenggara acara menyuguhkan sebuah diskusi panel dengan tema ‘Peluang dan Tantangan di Asia Tenggara’. Pembicara yang diundang untuk diskusi panel tersebut juga bukan sembarang orang, mereka adalah Sergio Salvador (Global Head of Game Partnerships untuk Google), Gerald Tock (Co-Founder Inzen Studio), Steven Goh (CEO mig33), Do Tuan Anh (CEO Appota), dan Yan Marchal (CEO Sanuk Games). Apa saja yang mereka bicarakan?

Indonesia Sebagai Surga Mobile Game

Yang paling menarik dari diskusi tersebut adalah ketika para panelis ditanya tentang negara yang akan menjadi ‘surga’ bagi dunia mobile game di Asia Tenggara dalam 5 tahun ke depan. Mereka pun kompak menjawab, Indonesia. Menurut mereka, Indonesia punya segalanya; jumlah penduduk yang banyak, iklim startup yang kondusif, dan jaringan internet yang begitu cepat berkembang. Selain itu, Indonesia juga punya produsen smartphone murah yang bisa bersaing dengan raksasa-raksasa smartphone dunia.

Bagaimana dengan Flappy Bird?

4 dari 5 Panelis menganggap kalau boomingnya Flappy Bird hanya sebuah kebetulan. Namun perlu diingat, kalau setiap game mempunyai kesempatan dan peluang untuk booming. Kebetulan yang dialami Flappy Bird mungkin bisa jadi pembelajaran untuk pengembang-pengembang game lainnya.

Pakailah Bahasa Inggris

Membuat game dengan bahasa lokal memang bisa menjadi strategi pemasaran yang baik, namun hal itu bisa membatasi target pengguna yang kita harapkan akan memainkan game kita. Menggunakan bahasa Inggris bisa membuat penyebaran game kita menjadi lebih luas.

Kesulitan Pembayaran

Penggunaan kartu kredit di Asia Tenggara terhitung masih rendah. Mungkin hanya Singapura yang penduduknya banyak memakai kartu kredit. Hal itu membuat sistem pembayaran online, termasuk untuk game, menjadi lebih sulit.

Keragaman Asia Tenggara

Asia Tenggara sangat penuh dengan keragaman. Ada Singapura yang begitu menjulang dari sisi etos kerja dan bisnis, Indonesia dan Malaysia yang merupakan negara berpenduduk muslim yang besar, serta Filipina yang begitu kental dengan kental dengan pengaruh budaya barat. Hal ini merupakan tantangan yang besar, karena kita harus bisa mengenal sebuah negara / wilayah terlebih dahulu, bila ingin sukses membangun bisnis game di sana.

Sumber Gambar : blog.fortumo.com

 

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>