GrabTaxi, Aplikasi Penyewaan Taksi Yang Lebih Taat Aturan

GrabTaxi 4

Selama ini, saya baru membahas satu perusahaan aplikasi penyewaan taksi yang beroperasi di Jakarta, yaitu Uber. Tapi masalahnya, Uber identik dengan kesan melawan aturan pemerintah karena terus ‘keukeuh’ alias bersikeras untuk tidak menggunakan plat kuning, sebagai penanda kalau mereka adalah angkutan umum. Alasan mereka untuk menolak aturan tersebut adalah demi menjaga ‘image’ yang diusung oleh mobil-mobil mereka yang biasanya merupakan mobil-mobil mewah. Uber pun merasa kalau mereka bukan perusahaan transportasi, melainkan perusahaan teknologi yang membuat aplikasi untuk menghubungkan penumpang dengan mobil-mobil sewaan. Apapun yang dikatakan Uber, tetap saja (sampai sekarang) Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, belum mencabut kata-katanya yang menyebut Uber sebagai layanan ilegal.

Lalu bagaimana kalau kita menginginkan layanan penyewaan taksi seperti Uber, namun yang lebih taat dengan aturan pemerintah sehingga aman dan legal untuk digunakan. Apakah ada? Ada, GrabTaxi namanya.

Berawal di Malaysia, Kini Merambah Indonesia

GrabTaxi adalah sebuah perusahaan aplikasi penyewaan taksi yang berasal dari Malaysia. Ia didirikan pada tahun 2012 oleh 2 orang lulusan Harvard yang bernama Anthony Tan dan Tan Hooi Ling dengan nama MyTeksi. Saat ini, GrabTaxi telah beroperasi di 16 kota besar yang berada di Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan tentu saja Indonesia, dengan total pengemudi yang mencapai angka 50.000 orang.

Tidak mengherankan memang ketika GrabTaxi akhirnya memutuskan untuk mengembangkan sayap bisnisnya hingga ke Indonesia. Menurut data yang dirilis oleh website statistik terkemuka, Euromonitor, kebutuhan masyarakat Indonesia akan taksi kian lama kian bertambah. Hal ini terjadi karena perkembangan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan, yang tidak diikuti dengan perkembangan sistem transportasi umum yang baik. Berkat semua data-data tersebut, GrabTaxi pun memutuskan untuk mulai beroperasi sejak beberapa bulan yang lalu di ibu kota, DKI Jakarta.

Rencana Perkembangan GrabTaxi di Indonesia

GrabTaxi seperti tidak ingin main-main dengan bisnisnya di Indonesia. Mereka pun melakukan bermacam cara untuk menarik minat konsumen di Indonesia. Salah satu promosi yang baru-baru ini mereka umumkan adalah diskon Rp 10.000,- untuk setiap perjalanan menggunakan GrabTaxi, serta kesempatan untuk mendapatkan iPhone 6 bagi beberapa pengguna yang beruntung, serta hadiah-hadiah menarik lainnya. Menurut Hong Eugene, Wakil General Manager GrabTaxi untuk Indonesia, aplikasi-aplikasi penyewaan taksi memang harus memberikan diskon seperti itu agar pengguna menjadi tertarik untuk mencoba. Seperti kita tahu, mayoritas penduduk Indonesia masih setia dengan budaya lama untuk mencari taksi dengan cara memberhentikannya di pinggir jalan. Budaya seperti inilah yang coba dirubah oleh GrabTaxi, dan aplikasi-aplikasi penyewaan taksi lainnya.

GrabTaxi 2

Tak berhenti sampai di situ, GrabTaxi juga berniat mengembangkan bisnis mereka ke beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Cheryl Goh, Wakil Presiden untuk Bidang Marketing di GrabTaxi, baru-baru ini menyebutkan kalau sebagian dari tambahan modal sebesar 90 Juta Dollar yang mereka kumpulkan sepanjang tahun ini, akan digunakan untuk berekspansi ke kota-kota lain di Indonesia, selain Jakarta. Jadi bagi pembaca yang berada di luar Jakarta, bersiaplah untuk menikmati layanan dari GrabTaxi ini.

Perbedaan Antara GrabTaxi Dengan Uber

Lalu apa bedanya GrabTaxi dengan Uber? Mengapa saya menyebutkan kalau GrabTaxi merupakan layanan penyewaan taksi yang lebih taat aturan? Jawabannya ada pada jenis mobil yang digunakan. Bila Uber menggunakan kendaraan sewaan yang berupa kendaraan pribadi berplat hitam, maka GrabTaxi memilih untuk menggunakan kendaraan taksi berplat kuning biasa, yang telah dilengkapi dengan beberapa peralatan pendukung. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan GrabTaxi karena mereka bekerjasama dengan beberapa perusahaan taksi yang sudah ada, sebuah langkah yang sebenarnya pernah saya sarankan untuk digunakan oleh Uber untuk bisa sukses di Indonesia. Selain itu, GrabTaxi juga memberi keleluasaan kepada pengguna untuk membayar taksi tersebut dengan uang tunai, tidak mengharuskan mereka untuk menggunakan kartu kredit seperti yang dilakukan Uber.

GrabTaxi 1

Hal ini sudah pernah saya konfirmasi kepada perwakilan GrabTaxi dan Uber yang saya temui di sela-sela acara Indocomtech 2014 beberapa waktu yang lalu, dan berikut penjelasan mereka:

GrabTaxi : Kami menggunakan kendaraan umum yang resmi, karena kami bekerja sama dengan perusahaan taksi yang sudah ada di Jakarta. Dan untuk pembayaran, kami bisa menerima uang tunai, kartu debit, atau kartu kredit.

Uber : Kami bekerja sama dengan perusahaan penyewaan mobil yang sudah ada di Jakarta, karena itu semua mobil yang kami gunakan menggunakan plat hitam. Untuk pembayaran, setiap pengguna harus memasukkan nomor kartu kredit atau kartu debit terlebih dahulu di dalam aplikasi. (Saya coba memasukkan nomor kartu debit saya, namun ternyata tidak bisa). Ohh, Bapak harus membuka akses terlebih dahulu ke bank yang bersangkutan, agar kartu Bapak bisa dipakai untuk aplikasi Uber.

Jadi mana yang anda pilih, GrabTaxi yang resmi dan praktis, atau Uber yang belum resmi legalitasnya dan memaksa untuk menggunakan kartu kredit? Sebagai catatan, saya telah mencoba kedua aplikasi tersebut, dan secara umum keduanya menawarkan hal yang sama, seperti informasi mobil yang akan menjemput kita, serta kemudahan jika kita ingin berkomunikasi dengan sang supir sebelum ia sampai ke titik penjemputan.

GrabTaxi di Startup Asia Jakarta 2014

Bagi para pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang GrabTaxi, anda bisa mendengarkan langsung pemaparan Anthony Tan, sang Founder GrabTaxi, yang akan hadir di Startup Asia Jakarta 2014. Di acara tersebut, Anthony akan membahas tentang “Apakah GrabTaxi Bisa Menyelesaikan Permasalahan Taksi di Indonesia?”. Bagi anda yang menginginkan tiket untuk bisa hadir di acara tersebut, silakan memesannya di link berikut : http://startupasia.techinasia.com/jkt2014/register-for-indonesians/

Sumber :

  1. http://www.thejakartapost.com/news/2014/11/19/smart-app-grabtaxi-looking-expand-across-ri.html
  2. http://e27.co/grabtaxi-uses-discounts-to-lure-indonesians-targets-200k-downloads-20141121/
  3. http://techcrunch.com/2014/10/20/grabtaxi-raises-65-million-to-increase-the-competition-with-uber-in-southeast-asia/
  4. http://www.straitstimes.com/digital-life/more-digital-life-stories/story/grabtaxi-currently-the-most-prominent-third-party-taxi-

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

5 Responses

  1. Rob says:

    GrabTaxi kenapa jauh lebih mahal ?? bahkan saya cek hampir 2 x lipat dari UberTaxi

    • adityahadi says:

      Akan berbeda kalau GrabTaxi dibandingkan dengan UberTaxi, karrna tarif GrabTaxi mengikuti tarif taksi normal, sedangkan Uber bebas mengatur tarif sendiri karena mereka merasa bukan transportasi umun dan harus mengikuti peraturan yang ada.

  2. Bukan nama sebenarnya says:

    Grabtaxi sangat merugikan pengemudi. Saya sebagai salah satu grab driver yang menggunakan aplikasi grabtaxi sangat kecewa dengan perusahaan ini (berikut juga rekan pengemudi yang lain). Berikut alasannya:

    1. driver harus menalangi terlebih dulu atas tarif promo yang diberikan kepada pelanggan, walaupun “janji” dari pihak grab akan diganti 2 hari kemudian tapi kenyataannya bisa makan waktu lebih lama dari yang dijanjikan (itupun gk sepenuhnya cair). Padahal driver harus setor setiap harinya ke kasir perusahaan taksi.

    2. Tidak jarang saya temui karyawan grab taxi yang berbicara ‘tidak beretika’ pada driver, seolah – olah merekalah pemilik perusahaan taksi. Ingat!!! Grabtaxi hanyalah perusahaan aplikasi yang mendompleng perusahaan taksi yang sudah ada.

    3. Kenapa saya masih bertahan di grabtaxi walaupun kecewa? Jawaban saya adalah karena dana talangan saya sampai saat ini masih belum cair. Masih untung saya tidak menjual smartphone grabtaxi seperti yang dilakukan oleh rekan pengemudi lain yang memiliki kekecewaan serupa seperti saya

  3. Malik says:

    Grab car manajemennya agak curang.saya sependapat sekali,krn sdhlebih dari 3 minggu uang deposit hasil kerja saya blm di bayarkan padahal syarat dan ketentuan sdh (% & bintang) alasannya kelewatan dll.kecurangan grab manajemen :
    1.tidak pernah melaporkan hasil kerja setiap minggunya / report transaksi sehingga ada ke jelasan dalam hal perhitungan insentif yg di bayarkan
    2. Grab tidak pernah memberikan hitungan percentase yg permanen baik penerimaan penumpang dgn % dan bintang dari penumpang.
    3. Kita tidak pernah di berikan kontrak kerja sama atau agrement ( individu) klo rental sya tidak tau.
    Pemotongan setiap transaksi sebesar 20 % & 6% buat total insentif buat apa yg jelas 6% buat pajak .mana bukti setoran pajaknya.mhn kpd pihak terkait unt segera menindak lanjuti info saya.krn sangat merugikan kita sebagai driver dan pemilik kendaraan.apalagi kita sebagai pribumi.trmks salam

  4. Munthe says:

    Adakah rencana Grabe Car masuk ke kota Medan?.., dsni tak kalah peminat taxi seperti di jakarta.., dsni baru taxi bluebird yg memegang kendali transportasi.., tolong dong Grabe Car segera muncul di kota Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>