Google Glass Akan Diluncurkan Kembali Dengan Prosesor Intel?

Google Glass

Sejauh ini, kacamata pintar buatan Google yang biasa disebut Google Glass, memang belum sampai pada tahap ‘siap dijual massal’. Google masih berusaha mengembangkan produk revolusionernya itu hingga nanti layak dijual ke publik. Sayangnya, Google harus menghadapi banyak hambatan dalam pengembangan Google Glass, mulai dari permasalahan pelanggaran privasi hingga satu persatu pengembangnya yang hijrah ke perusahaan lain. Puncaknya adalah Babak Parviz, sang penemu dari Google Glass itu sendiri, yang lebih memilih untuk hijrah ke Amazon. Pengembangan Google Glass pun kian diragukan apakah akan bisa selesai sesuai harapan Google atau tidak.

Intel Melihat Kesempatan Emas Pada Google Glass

Adalah Intel yang kemudian mencoba mengambil keuntungan dari perjuangan Google tersebut. Prosesor Intel diyakini bisa membuat Google Glass jadi lebih murah dan lebih irit baterai. Selama ini, Google masih menggunakan prosesor buatan Texas Instrument. Menurut sebuah laporan, prosesor yang digunakan Google Glass saat ini adalah prosesor Dual Core OMAP 4430 yang berteknologi ARM. Prosesor ini dinilai merupakan biang keladi mengapa Google Glass belum bisa berkembang begitu maksimal.

Google Glass

Oleh karena itu, Intel diyakini akan menjadi pemasok prosesor untuk Google Glass generasi berikutnya yang direncanakan untuk rilis tahun depan. Ada 2 prosesor yang mungkin akan digunakan Intel untuk Google Glass, yaitu prosesor berteknologi ARM yang mereka gunakan untuk gelang pintar bernama MICA, atau prosesor berteknologi x86 bernama Quark yang mereka gunakan untuk komputer super mini, Edison. Kedua prosesor ini diyakini bisa membuat Google Glass lebih bertenaga dan lebih tahan lama, sehingga layak untuk dijual ke masyarakat umum.

Untuk memasarkan Google Glass ini, Intel juga telah menjamin kerjasama dengan beberapa perusahaan, untuk menggunakan Google Glass dalam aktivitas bekerja, baik dalam bidang kesehatan, konstruksi, manufaktur, dan lain-lain.

Intel Yang Tidak Ingin Ketinggalan Kereta (Lagi)

Seperti yang kita tahu, untuk urusan prosesor bagi perangkat mobile, Intel jelas jauh tertinggal dari Qualcomm dan MediaTek. Baru-baru ini malah mereka juga mendapat saingan baru, yaitu Nvidia. Lewat smartphone seri Asus Zenfone, Intel sebenarnya telah berniat untuk menancapkan kuku-kuku mereka di dunia prosesor mobile. Sayang, perangkat Asus Zenfone, sekalipun banyak diminati karena harganya yang murah, masih menyimpan banyak kendala. Baterai yang cepat habis, dan seringnya terjadi force close, menjadi beberapa masalah yang muncul dari prosesor mobile Intel tersebut. Mereka pun butuh waktu untuk kembali mengembangkan prosesor mobile tersebut, sementara Qualcomm, MediaTek, dan Nvidia telah asyik bersaing di papan atas.

Mengapa Intel bisa kalah saing dengan produsen-produsen prosesor di atas? Hal itu terjadi lebih karena kurang siapnya Intel dalam menghadapi perubahan tren yang tadinya terpaku pada PC atau Laptop, kini menjadi era-nya smartphone dan tablet. Nah, untuk urusan device wearable, Intel tidak ingin ketinggalan lagi, malah langsung mencuri start dengan pembuatan komputer super mini mereka, Edison. Dan bila mereka benar akan menjadi pemasok prosesor untuk Google Glass, dan hasilnya baik, mereka pun bisa menjadi penguasa tunggal untuk pasar prosesor khusus device wearable.

Kesalahpahaman Soal Teknologi ARM

Masih seputar pergantian prosesor Google Glass dari Texas Instrument kepada Intel. Dalam sebuah artikelnya, salah satu website teknologi Indonesia, KompasTekno, memberikan judul : “Lepas ARM, Google Glass Beralih ke Intel”. Apakah judul ini sepenuhnya benar? Belum tentu. Judul tersebut bisa disalahartikan kalau ARM merupakan sebuah merek prosesor, layaknya Intel, dan itu merupakan anggapan yang kurang tepat. ARM bukanlah merek, melainkan sebuah teknologi, di mana sebuah prosesor bisa dibuat dengan transistor yang lebih sedikit.

ARM memang biasa disebut-sebut sebagai ‘lawan’ dari Intel. Anggapan tersebut muncul karena Intel merupakan satu-satunya produsen yang tetap bertahan dengan teknologi x86, sedangkan para pesaingnya, seperti Apple, Samsung, Qualcomm, Nvidia, dan Texas Instruments, telah beralih menggunakan teknologi ARM. Namun sejatinya, ARM tetaplah merupakan sebuah teknologi yang bisa dipakai oleh siapapun.

Jadi apakah benar kalau ‘Google melepas ARM’? Tidak juga. Memang benar, kalau Google Glass disebut-sebut akan berhenti menggunakan prosesor buatan Texas Instruments, yang kebetulan memakai teknologi ARM. Namun judul artikel tersebut bisa terbantahkan, seperti yang saya sebutkan di atas, karena salah satu prosesor yang mungkin digunakan Intel untuk Google Glass adalah sebuah prosesor berteknologi ARM.

Prosesor mana yang nantinya akan digunakan oleh Google Glass, simak kelanjutan kisahnya di website kesayangan anda ini.

Notes:

  1. http://www.cnet.com/news/intel-processor-coming-to-google-glass-as-chipmaker-eyes-wearable-tech/
  2. http://www.zdnet.com/new-google-glass-to-run-on-intel-chips-7000036277/
  3. http://www.ti.com/product/omap4430
  4. http://www.intel.com/content/www/us/en/wearables/fashion-technology.html

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>