Go-Jek Siap Menjaga Privasi Pengguna Mereka Lewat Sebuah Fitur Baru

Go-Jek Indonesia Teror

Beberapa minggu yang lalu, sebuah artikel yang dimuat di website kesayangan anda ini sempat menjadi viral dan dishare banyak orang. Artikel tersebut bercerita tentang bagaimana aplikasi-aplikasi ojek online melakukan pelanggaran privasi dengan menyebarkan data-data pribadi pengguna, terutama nomor telepon, kepada para tukang ojek mereka. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh beberapa oknum tukang ojek untuk meneror pengguna yang memberikan review buruk. Bahkan ada beberapa dari mereka yang mencoba menggoda para perempuan yang kebetulan menggunakan jasa ojek mereka.

Artikel ini kemudian sempat dikutip oleh Kompas.com, Merdeka.com, dan media-media online besar lainnya. Pertanyaan besarnya adalah, apa langkah yang akan diambil oleh pengelola aplikasi ojek online untuk mencegah hal tersebut? Dan kali ini, kami pun berhasil menemukan jawabannya.

Sebuah Terobosan Menarik dari Go-Jek Untuk Menjaga Privasi Pengguna

Dalam gelaran acara ID-Byte 2015, seperti yang diberitakan oleh Detik.com, CEO dari Go-Jek, Nadiem Makarim, mengakui kalau keluhan akan privasi pengguna itu memang ada. Ia bahkan meminta maaf akan terjadinya hal tersebut. Ia lun menyatakan kalau pihak Go-Jek saat ini tengah mencari solusi untuk tetap menjaga privasi dan kenyamanan pengguna.

“Sekarang kita lagi mengerjakan mekanisme untuk menyamarkan nomor konsumen. Ada third party yang bisa melakukan hal tersebut,” begitu bunyi pernyataan Nadiem.

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan kalau nantinya pengendara Go-Jek akan bisa melakukan panggilan telepon lewat aplikasi Go-Jek. Sebaliknya, pengguna Go-Jek juga bisa melakukan hal yang sama. Dengan begitu, pengendara dan pengguna jasa ojek online bisa saling berkomunikasi tanpa harus tahu nomor telepon masing-masing.

Bagaimana Cara Menggunakan Aplikasi Penyamar Nomor Telepon Ini?

Solusi ini senada dengan komentar seorang pembaca Aitinesia yang menyarankan Go-Jek untuk menggunakan aplikasi voice over internet protocol (VoIP). Praktek penggunannya kemungkinan akan sama dengan fitur telepon yang ada di aplikasi pengiriman pesan WhatsApp. Bedanya, apabila pada panggilan telepon biasa yang terpotong adalah pulsa telepon, namun dengan fitur ini yang terpotong adalah kuota internet kita. Masalah akan terjadi apabila pengguna berada di daerah dengan jaringan internet yang kurang baik, sehingga komunikasi yang dilakukan tidak bisa selancar ketika menggunakan panggilan telepon biasa. Namun hal ini kemungkinan akan jarang terjadi karena Go-Jek sejauh ini hanya beroperasi di kota-kota besar, dengan koneksi internet yang relatif baik.

Ketika ditanya apakah aplikasi tersebut nantinya bisa menyembunyikan nama pengguna juga, Nadiem terkesan kurang setuju. “Kalau nama tidak dipajang, bagaimana nanti mencari dan memanggil penumpang atau pengemudi,” ujarnya.

Hal ini memang benar adanya, namun sebenarnya Go-Jek juga tidak memaksa penggunanya untuk memasang nama asli bukan? Nama akun di Go-Jek sebenarnya bisa kita perlakukan seperti nama akun di forum-forum online seperti Kaskus, di mana kita bebas membuat nama apapun, asalkan kita bisa ingat dan menjawab bila dipanggil seperti itu. (Sedikit ironi, penulis sendiri malah menggunakan nama asli sebagai nama untuk akun kaskusnya).

Soal waktu pasti kapan fitur ini akan diterapkan, Nadiem belum mau berkomentar banyak. Ia menargetkan kalau di akhir tahun 2015 ini fitur tersebut sudah bisa digunakan. Sejauh ini belum ada kabar dari aplikasi ojek online lainnya tentang apakah mereka akan menerapkan fitur seperti yang disebutkan Nadiem. Demi menjaga privasi dan kenyamanan pengguna, semoga mereka pun juga bisa melakukan inovasi serupa.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>