Gengo, Startup Penerjemah yang Dipakai Oleh Youtube dan Alibaba

Gengo

Anda penasaran di mana beberapa startup ternama seperti Youtube dan Alibaba menyerahkan pekerjaan penerjemahan aplikasi mereka? Jawabannya sudah jelas, mereka tentu akan menggunakan jaringan penerjemahan yang berupa startup. Dan di Asia, salah satu jaringan penerjemahan yang terkenal dan telah dipakai oleh Youtube, Alibaba, Rakuten, dan TripAdvisor, adalah Gengo.

Gengo adalah sebuah startup penerjemahan yang dibangun oleh Robert Laing dan Matthew Romaine sejak tahun 2008. Mereka memilih Jepang sebagai tempat tinggal mereka. Saat ini, mereka telah mempunyai lebih dari 10.000 penerjemah yang tersebar di ratusan negara dunia. Gabungan penerjemah tersebut dipercaya bisa menerjemahkan dengan kecepatan yang luar biasa: 4 kata per detik, atau 240 kata per menit. Wow!

Apa Kunci Sukses Gengo?

Kecepatan dan intensitas pekerjaan adalah 2 hal yang dibanggakan oleh Gengo. Karena itulah mereka memasang secara Live jumlah kata yang telah diterjemahkan oleh para penerjemah mereka. Ketika tulisan ini ditulis, angka tersebut telah melewati angka 225 Juta kata. Tak heran kalau akhirnya Gengo dipercaya oleh startup-startup besar seperti yang saya sebutkan di atas, untuk menerjemahkan aplikasi mereka ke bahasa lain. Saat ini, Gengo sudah bisa menerjemahkan berbagai macam teks dan aplikasi ke dalam 34 bahasa yang berbeda.

Sejak mulai berjalan pada tahun 2008 hingga saat ini, Gengo telah mendapat pendanaan yang cukup besar, hingga mencapai 19 Juta Dollar. Sebagian besar dari uang tersebut mereka gunakan untuk mengembangkan jumlah penerjemah dan teknologi pembagian pekerjaan penerjemahan. Dengan begitu, mereka berharap kecepatan dan kualitas penerjemahan bisa lebih meningkat, dan mereka bisa tetap bersaing dengan startup-startup penerjemahan yang lain seperti Conyac dan Smartling.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Pasar penerjemahan di Indonesia sebenarnya merupakan pasar yang menjanjikan. Perusahaan-perusahaan multinasional membutuhkan penerjemahan terhadap berkas-berkas bisnis mereka, penerbit buku membutuhkan penerjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa Indonesia, dan selain mereka masih banyak lagi beberapa pihak yang membutuhkan jasa penerjemahan. Kebanyakan dari mereka masih memanfaatkan jasa komunitas penerjemahan, dan semua pemesanan tersebut dilakukan secara manual.

Apabila ada startup yang bisa merangkul para penerjemah Indonesia, serta membuat sistem pemesanan dan pembagian kerja yang baik, pasti akan menjadi sebuah startup yang sangat menjanjikan.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>