Fantasy Sport, Bisnis Milyaran Dollar yang Belum Berkembang di Indonesia

Fantasy Premier League

Fantasy Sport, merupakan sebuah permainan di mana kita berperan sebagai pelatih sebuah tim olahraga, yang harus memilih pemain-pemain terbaik untuk kita mainkan setiap minggunya. Oleh karena itu, Fantasy Sport hanya bisa dimainkan untuk olahraga yang punya jadwal pertandingan rutin seperti sepakbola, basket, baseball, hockey, American Football, dan lain-lain. Berbeda dengan pelatih tim sesungguhnya, kita bebas memilih pemain dari tim manapun. Nantinya, setiap pemain akan mendapatkan poin khusus, sesuai dengan performa pemain tersebut di dunia nyata. Mulai dari jumlah gol yang dibuat (sepakbola), homerun yang dilakukan (baseball), lemparan yang masuk (basket), dan sebagainya. Di akhir games, poin yang didapat oleh seluruh pemain yang kita pilih di awal game akan dijumlahkan, dan menjadi poin akhir kita.

Begitulah sedikit pengenalan terhadap game Fantasy Sport. Terlihat sederhana memang, tapi bisnis ini ternyata merupakan bisnis yang amat sangat menguntungkan.

Pertarungan FanDuel vs DraftKings, 2 Raksasa Fantasy Sport di Amerika Serikat

Sebagai negara besar, Amerika Serikat punya industri olahraga yang juga besar. Mereka punya banyak kompetisi olahraga yang terkenal, yaitu NBA (basket), MLB (baseball), NFL (American Football), NHL (hockey), dan lain-lain. Oleh karena itu, muncullah 2 perusahaan besar yang mencoba menggarap sisi Fantasy Sport dari olahraga-olahraga tersebut, yaitu FanDuel dan DraftKings. Keduanya hadir dalam waktu yang relatif sama, yaitu sekitar tahun 2010-2011. FanDuel merupakan yang lebih awal hadir karena mereka sudah lebih dahulu mempunyai website berita yang bernama HubDub, sebelum kemudian memilih banting setir ke industri Fantasy Sport.

Lalu apa lagi kesamaan mereka? Mereka berdua sama-sama mempunyai valuasi di kisaran 1 Milyar Dollar! Harga perusahaan yang sangat tinggi tersebut bisa terjadi karena pada bulan April kemarin, DraftKings mendapatkan dana segar sebesar 250 Juta Dollar. Hal ini disusul oleh FanDuel yang baru saja mendapat pendanaan sebesar 275 Juta Dollar pada tanggal 13 Juli 2015 yang lalu. Uang tersebut akan mereka gunakan untuk membuat sebanyak mungkin kerjasama dengan klub / tim olahraga yang ada di Amerika Serikat, serta menjalin partnership dengan organisasi yang menaungi olahraga-olahraga tersebut. FanDuel dan DraftKings seperti sedang beradu cepat dalam membuat kerja sama yang bisa menguntungkan mereka.

Berikut kondisi kerja sama yang telah mereka buat.

FanDuel vs DraftKings

Saat ini, FanDuel dan DraftKings fokus dalam menyediakan layanan One-Day Fantasy Sport, di mana kita bebas mengatur tim kita setiap minggunya, dengan pengaturan yang hanya berlaku untuk hari itu saja. Layanan ini berbeda dengan yang dimiliki oleh Yahoo yang juga mempunyai layanan Fantasy Sport, di mana setiap pemain harus memilih tim untuk satu musim kompetisi, dengan sedikit perubahan-perubahan setiap minggunya. Layanan milik Yahoo ini juga diikuti oleh Fantasy Premier League, penyedia layanan Fantasy Sport untuk kompetisi sepakbola Liga Inggris.

Layanan One Day Fantasy Sport milik FanDuel

Layanan One Day Fantasy Sport milik FanDuel

Setiap pemain Fantasy Sport yang menggunakan FanDuel atau DraftKings, bisa bermain secara Free (gratis) atau membayar sejumlah uang untuk bisa beradu poin dengan pemain-pemain lain. Pemain dengan skor tertinggi nantinya bisa mendapatkan hadiah uang dengan jumlah yang besar. Tidak hanya hadiah uang, kedua aplikasi Fantasy Sport tersebut juga menyediakan hadiah-hadiah berupa merchandise tim, tiket gratis untuk menonton pertandingan, hingga kesempatan untuk mengunjungi stadion atau bertemu langsung dengan para pemain dari klub-klub tertentu. Untuk sebuah tim olahraga, permainan Fantasy Sport ini sangatlah membantu mereka, karena permainan itu terbukti bisa meningkatkan antusiasme penggemar olahraga terhadap pertandingan dan tim olahraga.

Perkembangan Fantasy Sport di Indonesia

Berbeda dengan di Amerika Serikat, yang masyarakatnya menggandrungi berbagai macam olahraga tim seperti basket, baseball, dan lain-lain, mayoritas masyarakat Indonesia sepertinya hanya menggandrungi 1 jenis olahraga saja, yaitu sepakbola. Karena itu, di Indonesia hanya berkembang 2 aplikasi Fantasy Sport, yaitu Fantasy Premier League (yang disediakan oleh website resmi Premier League), serta Fantasy Champions League + European League (yang disediakan oleh website resmi UEFA). Kedua game fantasy sport tersebut terbukti sangat terkenal di kalangan masyarakat yang merupakan fans berat sepakbola.

Bila kita melihat industri Fantasy Sport di Amerika Serikat, maka tak salah bila kita mengatakan kalau Fantasy Sport juga bisa menjadi bisnis yang menguntungkan di Indonesia. Sayangnya, bisnis ini belum tergarap dengan baik, dan hampir belum ada startup Indonesia yang menyentuh bisnis ini. Apabila anda ingin mendirikan sebuah startup, kesempatan ini bisa kalian manfaatkan. Sebagai informasi, saking besarnya antusiasme penggemar olahraga di Indonesia, bahkan games Fantasy Premier League pun sampai menyediakan halaman khusus berbahasa Indonesia pada aplikasi mereka.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>