Facebook Itu Gak Gratis

Disadari atau tidak, kita telah memberikan banyak informasi privasi kita kepada facebook. Disadari atau tidak, kita memberitahukan tidak hanya siapa saja teman-teman kita, tapi hobi kita, film favorit, artis favorit, hal-hal yang anda sukai (like), status relationship, dan banyak lagi informasi-informasi yang sifatnya privasi lainnya. Informasi-informasi tersebut kita berikan kepada facebook secara cuma-cuma dalam bentuk isian biodata kita, tombol like yang kita tekan, dan juga status update yang kita isikan di facebook.

Pada dasarnya di facebook terjadi transaksi antara pengguna dengan facebook. Anda mendapatkan platform serta pengalaman menggunakan media sosial dengan bayaran data-data probadi Anda yang dapat diuangkan oleh facebook. Bagaimana caranya facebook mendapatkan keuntungan dari data-data tersebut?

Contoh sederhana, misalnya saya adalah seorang perusahaan dengan target pasar pria-pria single yang gemar berolahraga dan menyukai musik jazz (target pasar yang aneh memang, but let’s put that aside, i’m trying to make a point here), maka saya akan datang ke facebook dan memasang iklan yang akan muncul di newsfeed atau ad section pengguna-pengguna facebook dengan demografi yang telah saya sebutkan diatas. Yep, saya membayar sekian dollar kepada facebook untuk jasa tersebut.

Kenapa saya, sebagai marketer, membutuhkan layanan tersebut? Tentunya dengan layanan dari facebook barusan, saya dapat memasang iklan saya kepada orang yang benar-benar cocok dengan produk saya, sehingga kemungkinan iklan digital saya diklik akan semakin besar. Logis – ada demand, ada supply, bisnis facebook laris manis.

So what? Bukan berita baru juga kan? Lalu buat apa saya membaca post ini?

Sebelum Anda menutup jendela ini, baca terus setidaknya 2 paragraf lagi.

Skema diatas memang bukan berita baru bagi bisnis social media dalam melakukan monetizing layanannya, namun yang cukup menggemparkan adalah ternyata apa yang dilakukan facebook lebih dari itu. Bernard Marr dalam artikelnya di Linkedin.com memaparkan bahwa ternyata facebook membenamkan kue pelacak (terjemahan bebas dari tracking cookie) ke dalam browser yang kita gunakan yang memungkinkan facebook untuk “memonitor” aktivitas kita di dunia maya. Artinya, apabila kita ter-login di facebook lalu kita berselancar ke situs-situs lain, facebook tahu*!

Sebagai ilustrasi, misalnya saya sedang kesengsem dengan produk padfone 2, lalu saya like fan page asus, dan saya sering melakukan update status dengan kata-kata padfone 2 didalamnya. Facebook yang mengetahui hasrat saya tersebut memunculkan iklan-iklan tentang padfone 2 tersebut di ad section saya. Itu dengan skema yang kita bicarakan di awal. Dengan “fitur” kue pelacak yang dibenamkan facebook, sekarang tanpa saya melakukan update status dan me-like apapun yang berbau padfone 2 namun saya sering berkunjung ke situs-situs bertemakan produk tersebut (misalnya disini:  padfone 2), facebook tetap dapat mengetahui hasrat saya dan  tetap dapat memunculkan iklan tersebut ketika saya membuka facebook.

Masih bersama kami? Bagus!

Lebih ngeri lagi, sebagaimana dilaporkan Cnet, ketika kita meng-klik tombol like, informasi tersebut tidak hanya akan dibagi kepada teman-teman kita, tapi juga ternyata dapat dijual kepada advertising partner (or whatever that term entails). Hal yang sama terjadi apabila kita menggunakan apps seperti FarmVille. Dilaporkan bahwa dengan melakukan signup, perusahaan dibalik apps tersebut dapat mengakses data-data pribadi bahkan yang telah secara spesifik kita minta kepada facebook untuk dirahasiakan.

Ngeri? Bagus!

Stay tuned for more info.

 

 

via Bernard Marr’s Post

ilustrasi gambar via digitaltrends

 

 

 

 

*tidak ada hubungannya dengan sebuah produk berbasis kedelai

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>