Fabelio dan Bisnis Jual Beli Furniture Online yang Kian Memanas

Furniture

Pada acara Roadshow IDByte 2015 yang berlangsung di Bandung beberapa hari lalu, Achmad Zaky (CEO BukaLapak.com) menjelaskan bagaimana sebuah pasar bisa tumbuh dan menjadi besar. Menurut Zaky, salah satu hal yang bisa menggerakkan sebuah pasar adalah dengan adanya kompetisi antara 2 atau beberapa startup / perusahaan yang bergerak di bidang yang sama. Contohnya adalah GrabTaxi, yang mungkin tidak akan meluncurkan layanan GrabBike di Indonesia bila tidak ada Go-Jek, walaupun sampai sekarang Anthony Tan (CEO GrabTaxi) masih bersikeras kalau ia sudah ada niat untuk meluncurkan GrabBike sebelum kehadiran Go-Jek. Ketika Go-Jek muncul dan mulai dikenal masyarakat, GrabBike pun ikut hadir dengan keyakinan kalau dalam waktu dekat bisnis tersebut akan semakin ramai. Dan benar saja, konsumen menjadi ‘panas’ akibat persaingan Go-Jek dan GrabBike ini, dan akhirnya membuat bisnis transportasi online menjadi booming di Indonesia. Barulah kemudian muncul startup-startup lain seperti Blu-Jek, Jeger Taksi, dan BajaiApp, yang membuat bisnis ini menjadi makin terkenal.

Situasi yang sama juga terjadi pada bisnis E-Commerce yang saat ini menjadi sangat bergairah akibat kehadiran Tokopedia, BukaLapak, dan OLX. Dan dalam waktu dekat, persaingan yang panas ini sepertinya juga akan menular ke bisnis penjualan furniture secara online.

Siapa Saja Pemain Bisnis Furniture Online di Indonesia?

Conlumino, sebuah perusahaan research, mengungkapkan kalau pada tahun 2018 nanti bisnis jual beli furniture di Indonesia akan bernilai 5.5 Milyar Dollar (sekitar 77 Trilyun Rupiah). Angka yang sangat besar ini tentu menarik banyak pihak untuk ikut ambil bagian dalam memperebutkan ‘kue’ yang besar tersebut. Tak hanya toko-toko furniture konvensional seperti IKEA, Ace Hardware, dan Informa saja yang akan bersaing dalam bisnis tersebut, namun juga para technopreneur yang berpikiran modern. Para technopreneur itu-lah yang merubah bisnis jual beli furniture dari sebuah bisnis konvensional menjadi sebuah bisnis online yang menjanjikan.

Bisnis jual beli furniture secara online di Indonesia baru mulai berkembang pada tahun 2012, seiring dengan munculnya situs BeliFurniture.com yang dibuat oleh Ronny Hartanto dan Soma Putera. BeliFurniture terbukti sukses meraih keuntungan, walau kebanyakan transaksinya masih dilakukan secara offline. Namun, saat itu BeliFurniture hanya fokus pada penjualan furniture untuk kantor, bukan untuk rumah.

Di awal tahun 2015 ini, barulah Indonesia kebanjiran pemain baru dalam bisnis ini. Livaza, FurnishLab, dan Kikayu hadir dalam waktu yang hampir bersamaan, yaitu di bulan Februari 2015. Entah disengaja atau tidak, hype ini terjadi beberapa bulan setelah kehadiran toko furniture besar asal Swedia, yaitu IKEA, di Indonesia. IKEA pun kini telah ikut merambah bisnis jual beli furniture secara online. Mengutip perkataan Achmad Zaky di awal artikel ini, maka dapat dikatakan kalau bisnis jual beli furniture secara online kini sedang sangat ‘bergairah’.

Di tengah persaingan yang sengit itu, muncul sebuah startup jual beli furniture baru yang dibuat oleh Krishnan Menon, Christian Sutardi, Marshall Utoyo, dan Srinivas Sista. Startup tersebut bernama Fabelio.

Siapa Saja Orang di Balik Kemunculan Fabelio?

Fabelio

Baru dibentuk pada bulan Juni 2015, Fabelio langsung mendapat pendanaan sebesar 500.000 Dollar dari 500 Startups, KK Fund, IMJ Investment Partners, dan lain-lain. Koq bisa? Jawabannya jelas karena para investor tersebut punya kepercayaan pada orang-orang yang berada di balik Fabelio.

Krishnan Menon dan Srinivas Sista merupakan 2 sosok yang berpengalaman dari Lazada Indonesia. Adapun Marshall Utoyo adalah pendiri co-working space yang sedang populer di Jakarta, yaitu Conclave. Sedangkan Christian Sutardi sendiri merupakan seorang entrepreneur yang pernah membangun Foodpanda, Lolabox, dan menjadi Associate di firma keuangan Monk’s Hill Ventures sebelum akhirnya membangun Fabelio.

Mengumpulkan pengrajin furniture di Indonesia mungkin merupakan sesuatu yang mudah. Namun Fabelio pasti akan menemukan hambatan ketika akan menjual produk furniture tersebut di Indonesia, karena kebanyakan masyarakat Indonesia masih belum terbiasa untuk membeli furniture secara online. Namun dengan edukasi yang baik dan persaingan yang panas tadi, diharapkan secara perlahan masyarakat Indonesia akan mulai mengenal gaya berbelanja yang baru ini. Serupa dengan mereka yang sebelumnya tidak terbiasa memesan Ojek secara online, namun kini hal itu seperti sudah menjadi gaya hidup sehari-hari. Pun, bila akhirnya Fabelio tetap gagal dalam menjual produk di Indonesia, mereka masih bisa menjualnya ke luar Indonesia, di mana ada banyak sekali orang asing yang memang menyukai keindahan produk furniture dari Indonesia.

Fabelio Akan Hadir di StartupTalk Komunitas Startup Bandung

Komunitas Startup Bandung 3

Penasaran dengan bagaimana cara Fabelio meyakinkan investor, walaupun baru beroperasi sebulan? Atau kalian ingin tahu lebih dalam tentang bagaimana strategi meyakinkan masyarakat Indonesia dengan gaya hidup baru ini? Bagi para pembaca yang berada di kota Bandung dan sekitarnya, bisa langsung menanyakannya kepada sang Co-Founder, Christian Sutardi, di acara StartupTalk #3 yang diadakan oleh Komunitas Startup Bandung. Acara tersebut akan diadakan di Bale Motakar pada tanggal 4 September 2015, mulai pukul 6 sore.

Menurut kalian, akan cerahkah masa depan Fabelio dan startup-startup furniture online lainnya?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

5 Responses

  1. FB says:

    “….Contohnya adalah GrabTaxi, yang mungkin tidak akan meluncurkan layanan GrabBike di Indonesia bila tidak ada Go-Jek….”

    Yang lebih seru adalah CEO GrabTaxi & Go-Jek adalah sesama teman kuliah di Harvard :D

  2. Selain dari pada perusahaan yang baru-baru bangun situs online, mending ke situs online yang sudah lama berdiri dan mempunyai showroom fisiknya. Lebih dijamin dan dapat lihat barang fisik langsung. Silahkan kunjungi showroom Subur Furniture di roxy / alam sutera atau ke http://www.suburfurniture.co.id untuk online shop nya.

  3. sudah padat ya pesaingnya

  4. Jual beli furniture memang saat ini banyak dilakukan melalui Online, selain lebih simple karena cukup kirim gambar via BBM/WA atau Facebook sudah sangat Cepat. Peningkatan di Jepara untuk jual beli furniture juga sudah sangat ramai, saat ini yang masih di tata adalah kualitas dan setara harga.

  5. semua ada bagian rezekinya sendiri-sendiri, tinggal layani pelanggan dengan sebaik2nya aja. spirit!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>