Evernote : The Market

Evernote MarketSukses dengan software utamanya yang merupakan buku catatan elektronik paling populer, Evernote masih terus berusaha mengembangkan bisnis. Phil Libin, sang pemilik, seakan tak pernah kehabisan ide untuk memperbesar nama software berlogo gajah ini.

Sebelumnya, Evernote seakan menjaga jarak dengan produsen alat catat yang berbentuk fisik dan kasat mata. Mereka mengkampanyekan penggunaan buku catatan digital yang lebih ramah lingkungan dan tidak mudah hilang / rusak. Tapi sekarang, Phil Libin seperti melakukan gencatan senjata, dan justru berkolaborasi dengan para produsen-produsen tersebut.

Perubahan itu diawali dengan kemunculan Buku Catatan (Notes) pintar yang dibuat atas kerjasama dengan Moleskin. Buku ini seolah menghapus keterbatasan Evernote yang tidak bisa mengakomodasi pengguna yang lebih menyukai menulis secara bebas dibanding mengetik huruf demi huruf. Terintegrasi dengan Evernote, isi buku ini bisa dengan mudah dimasukkan ke akun Evernote dengan bantuan kamera gadget yang kita gunakan.

Sejak saat itu, Evernote mendapat ilham untuk membuat Evernote Market

Sebelum membuka sebuah ‘market’, Evernote terlebih dahulu menghadirkan barang-barang lain seperti tas keren buatan Cote&Ciel, mesin scanner hasil kolaborasi dengan Fujitsu, Stylus dari Adonit, T-Shirt dan barang-barang lainnya.

Evernote Post-It

Evernote Post-It

Terakhir, Evernote menjalin kerjasama dengan 3M, produsen kertas Post-It yang begitu terkenal. Nantinya dari kerjasama tersebut akan menghasilkan sebuah produk Post-It yang terintegrasi dengan Evernote yang bisa mengkategorikan Post-It tersebut berdasarkan warna. Dan semua barang-barang tersebut, akan dijual di Evernote Market.

Phil Libin adalah orang yang benar-benar mengerti arti dari sebuah imej. Menurutnya, logo Evernote sama sekali tidak layak untuk menempel di barang-barang murahan. Itulah mengapa barang-barang yang dijual selalu keren dan unik, demikian juga dengan harganya (mahalll).

Apa konsep besar Evernote dalam menjual barang-barang ini? Jawabannya adalah Augmented Intelligence. Berbeda dengan Artificial Intelligence yang fokus pada pembuatan komputer yang bisa sepintar manusia, Augmented Intelligence lebih memilih untuk membuat alat-alat pintar yang bisa membantu keseharian manusia. Alat-alat itu bisa berupa komputer, atau bahkan berupa barang non-elektronik. Hal ini tetap sejalan dengan prinsip awal pembuatan Evernote yang ingin ‘mendampingi’ manusia, bukan ‘menggantikan’ manusia.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>