Evernote : The Introduction

EvernoteBerawal dari dunia yang semakin modern, seorang Phil Libin melihat kalau setiap orang, entah dia karyawan atau pengusaha, pelajar atau ibu rumah tangga, mereka pasti membutuhkan bantuan untuk berpikir secara sistematis. Mereka butuh bantuan untuk merumuskan, mengingat, dan menjaga kelangsungan banyak hal di sekitar mereka. Dan orang-orang sukses biasanya adalah orang yang berhasil melakukan itu semua.

Umumnya, manusia merangkum dan mengingat banyak hal dengan Catatan (Notes). Mungkin terdengar kuno, tapi entah bagaimana sifat dasar manusia seolah memaksakan cara tradisional itu. Dahulu kita butuh kertas dan pensil untuk mencatat barang belanjaan, membuat sebuah konsep bisnis, hingga membuat draft tulisan. Kini kita tidak butuh hal-hal seperti itu lagi karena kehadiran Smartphone dan Tablet. Demi memadukan kebiasaan lama dengan perkembangan dunia teknologi modern, maka lahirlah Evernote sebagai sebuah buku catatan elektronik yang (jelas) paperless dan multi-platform. Ia adalah sebuah software yang memudahkan kita untuk ‘mencatat’ apapun, kapanpun, di manapun, tak peduli sistem operasi apa yang berjalan di gadget kita.

Terdengar sederhana? Cerita kita belum selesai.

Berusaha mengkampanyekan Evernote agar diterima sebanyak mungkin orang, Libin membentuk sebuah komunitas yang diwakili oleh puluhan Evernote Ambassador yang tersebar di seluruh dunia. Para Ambassador ini adalah para aktivis, praktisi, atau orang-orang kreatif di bidangnya masing-masing, ada yang merupakan penulis, entrepreneur, fotografer, public speaker, dan lain-lain. Mereka semua secara tidak langsung ‘bertugas’ untuk menunjukkan bagaimana Evernote bisa menjadi sebuah ‘tool’ penting yang menunjang karier dan hobi mereka. Khusus untuk di Indonesia, Evernote diwakili oleh Sartika Kurniali (Writing Ambassador) dan Sandra Djohan (Home Cooking Ambassador).

Akhirnya Evernote berkembang menjadi semacam ikon bagi orang-orang ‘cerdas’ dan ‘cool’. Dalam seri artikel ‘How-I-Work’ yang membahas keseharian hidup orang-orang terkenal, hampir semua tokoh yang dibahas menggunakan Evernote. Seolah menjadi semacam idiom kalau seseorang tidak akan menjadi keren dan sukses, kalau tidak menggunakan Evernote. Hasilnya, lebih dari 75 juta orang di dunia menggunakan Evernote sampai saat ini.

Phil Libin : “Evernote adalah Nike-nya orang-orang pintar.”

Andrew Sirkov, Direktur Marketing : “Evernote adalah produk yang membantu anda membuat keputusan, melakukan sesuatu, dan menjadi lebih baik di tengah kegilaan dunia modern.”

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>