Duduk Bersama Dalam Gathering ke-15 Komunitas Startup Makassar

Komunitas Startup Makassar

Siang itu, gedung Digital Lounge (DiLo) Makassar yang berada di Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 68 kembali ramai. Biasanya DiLo memang selalu ramai dengan banyaknya acara pelatihan atau workshop yang diadakan di sana, namun kegiatan kali ini tampak berbeda karena diisi oleh para penggiat startup di kota Makassar yang memutuskan untuk berkumpul dalam sebuah acara Gathering di hari tersebut, tanggal 30 Agustus 2015. Sudah cukup lama sejak mereka terakhir berkumpul seperti itu. Kesibukan membangun startup masing-masing begitu menyita waktu mereka, hingga mereka hampir tidak bisa berkumpul dalam satu waktu yang bersamaan. Namun dengan impian untuk membangun kembali Startup Makassar, mereka pun menyisihkan waktu mereka untuk hadir dalam Gathering tersebut.

Tudang Sipulung Para Penggiat Startup Makassar

Di awal acara yang dimulai pada pukul 2 siang, para penggiat startup tersebut pun Tudang Sipulung, alias Duduk Bersama, saling bersilaturahmi menyambung kembali koneksi yang sempat terputus. Gathering kali ini merupakan edisi ke-15 sejak berdirinya Startup Makassar. Karena itu, beberapa dari penggiat startup yang hadir saat itu ada yang sudah saling mengenal satu sama lain. Selain acara silaturahmi, di setiap Gathering Startup Makassar pasti juga diisi dengan sesi TechTalk, yang bertujuan untuk berbagi informasi terkait startup kepada masyarakat umum atau penggiat startup yang belum pernah hadir di gathering-gathering sebelumnya.

Komunitas Startup Makassar

Dalam sesi TechTalk, seorang perwakilan dari sebuah startup diharapkan bisa berbagi cerita ketika ia membangun startup, lengkap dengan peluang dan kendala yang dihadapi. Kali ini, giliran Fajar dari StartupMengajar yang berbagi kisahnya dengan startup pendidikan tersebut. Bagi yang belum tahu, StartupMengajar adalah sebuah startup pendidikan yang mempunyai misi untuk mengajak pelajar dan anak-anak muda Indonesia untuk mempelajari berbagai skill dan keterampilan yang sangat diperlukan di era modern ini, seperti web development, digital marketing, data science, dan lain-lain. Ada 2 jenis kelas yang disediakan StartupMengajar, yaitu kelas online dan offline. Untuk kelas online, StartupMengajar hanya berbagi konten pendidikan yang telah disediakan oleh pihak lain, seperti Daily Social TV, Bloomberg TV Indonesia, StartupBisnis, dan lain-lain. Adapun untuk kelas offline, StartupMengajar mengadakannya di gedung DiLo.

Komunitas Startup Makassar

Gathering Startup Makassar kali ini juga diisi dengan pemilihan ketua untuk memimpin komunitas Startup Makassar ke depannya. Secara aklamasi, terpilih-lah Dedy Triawan sebagai ketua. Saya sempat berbincang-bincang dengan Mas Dedy, dan ia menjelaskan kalau ke depannya Startup Makassar masih akan terus melakukan gathering rutin demi menyatukan visi dan misi mereka. Selain itu, akan ada juga acara-acara lain yang masih digodok teknisnya.

Di akhir acara, ada sesi networking yang merupakan sesi yang paling seru. Para penggiat startup saling mengobrol satu sama lain, mencari persamaan visi, dan peluang untuk bekerja sama di masa depan. Ada juga yang sekedar sharing ide, dan mencoba mencari masukan dari para peserta gathering yang lain. Jarang-jarang mereka mendapatkan kesempatan seperti ini, karena itu mereka pun berusaha memanfaatkannya dengan baik. Hal seperti ini juga terlihat dalam gathering komunitas lain seperti yang diadakan Komunitas Startup Bandung beberapa minggu yang lalu.

Komunitas Startup Makassar, Sebuah Potensi Besar dari Luar Pulau Jawa

Sebagai sebuah komunitas, Startup Makassar seperti berusaha menunjukkan kalau budaya startup di luar Pulau Jawa juga tidak kalah dengan hingar bingar yang terjadi di Jakarta, Bandung, Malang, dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa. Saat ini telah ada 50 startup asal kota Makassar yang berhasil didata oleh Komunitas Startup Makassar, termasuk di antaranya adalah StartupMengajar, Wamau, SpektaDev, Eproc, CariPondokan, BacaanBisnis, dan lain-lain. Uniknya, semua startup itu punya bisnis yang berbeda-beda, mulai dari pendidikan, media, consumer, dan sebagainya. Dengan sebuah payung atau wadah seperti Startup Makassar, diharapkan startup-startup tersebut bisa berkembang pesat, hingga menjadi perusahaan besar yang berskala nasional, atau malah internasional.

Dedy Triawan (memakai topi), Ketua terpilih Startup Makassar, sedang berbincang bersama peserta gath yang lain.

Dedy Triawan (memakai topi), Ketua terpilih Startup Makassar, sedang berbincang bersama peserta gath yang lain.

“Saya ingin menghadirkan eksistensi Startup Makassar untuk bisa membangun kota Makassar pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” begitu ujar Dedy Triawan, ketua Startup Makassar yang baru terpilih, di akhir perbincangannya dengan saya. “Kami akan selalu mengusahakan yang terbaik, karena hasil tidak akan pernah mengkhianati proses,” lanjut Dedy.

Semoga sukses dengan mimpi dan harapannya, Bro. Maju terus Startup Makassar!

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

4 Responses

  1. Heru says:

    wah keren, pengen banget gabung punya komonitas seperti ini, sayangnya saya berada di jakarta

  2. laewink says:

    Pengen gabung tapi ngga tau caranya

  3. Terima kasih atas infonya, di jogja ada juga ga ya komunitas kaya gini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>