Dropbox Diam-Diam Akuisisi Zulip

Dropbox 1

Berbeda dengan beberapa perusahaan lain yang begitu heboh ketika mereka mengakuisisi sebuah startup, Dropbox yang sedang naik daun tampaknya lebih menyukai cara yang misterius ketika mereka melakukan akuisisi. Itulah yang terjadi ketika mereka mengakuisisi sebuah startup pembuat aplikasi chatting untuk perkantoran, Zulip.

Praktis tidak ada pengumuman besar, hanya ada sebuah email yang dikirimkan oleh Zulip kepada para penggunanya :

Psst… hey, you! Yeah, you, the one using Zulip.We have some news for you, but you gotta keep it secret. Can you do that? Alright, sweet.Here’s the deal: Dropbox is acquiring Zulip.

Zulip adalah sebuah paket aplikasi chatting yang bisa digunakan di lingkungan kerja dan bisa diakses lewat Mac, Windows, Linux, iPhone, dan Android. Mungkin kita sebelumnya sudah mengenal aplikasi-aplikasi sejenis seperti Yammer, Convo, Tomfoolery, Slack, dan bahkan kita pun sering menggunakan fasilitas email untuk berkomunikasi dengan rekan kerja. Tapi Zulip punya keunggulan tersendiri. Mereka menyediakan room-room khusus untuk setiap tema yang dibicarakan. Misalnya kita bisa membuat tempat khusus untuk membicarakan Desain, Penjualan, Keuangan, hingga Rekrut Karyawan Baru. Semua dibuat dengan tampilan yang menarik dan mudah digunakan, persis seperti yang dibuat oleh aplikasi Banter.

Selain itu, Zulip juga menyediakan kemudahan-kemudahan lain seperti upload data yang bisa dilakukan dengan drag & drop, memasukkan gambar dengan fasilitas copy-paste, sampai-sampai emoticon pun mereka sediakan juga. Ada juga pendukung-pendukung untuk konektivitas dengan aplikasi-aplikasi lain sejenis API (Application Programming Interface).

Zulip dibangun oleh para mantan pegawai Oracle, seperti Jeff Arnold (CEO), Waseem Daher, Jessica McKellar (Wakil CEO untuk bidang Engineering), Tim Abbott (Pimpinan Bagian Arsitektur Aplikasi), dan programmer-programmer lainnya. Walau sebenarnya Zulip ini sendiri masih dalam status Beta (belum dirilis secara resmi), tapi saking menariknya apa yang mereka tawarkan, Dropbox jadi begitu tergiur untuk membelinya.

Zulip sebenarnya menawarkan aplikasi yang sudah biasa, tapi mereka menambahkan fitur-fitur berbeda yang menambah keunikan mereka sehingga mereka bisa bersaing dengan aplikasi-aplikasi lain yang sudah lebih dahulu berjalan. Mungkin ide ini bisa dicontoh oleh para pembuat startup di Indonesia.

 

Sumber Gambar : kinja-img.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>