[Daftar Lengkap] Kumpulan Startup Layanan Ojek Online di Indonesia

Tentang Startup Pemesanan Ojek Online

Bila berbincang tentang bisnis teknologi yang paling ‘hot’ saat ini, sepertinya tidak ada yang bisa mengalahkan bisnis pemesanan ojek online. Ide untuk membuat aplikasi pemesanan ojek secara online, sebenarnya sudah pernah terpikir oleh banyak orang. Namun keberhasilan Go-Jek meraih popularitas dan pertumbuhan yang tinggi baik dari sisi pengemudi maupun pengguna, pada akhirnya membuat para pemilik ide tersebut untuk berhenti meragu, dan langsung mengeksekusi ide-ide mereka. Apalagi kemudian persaingan menjadi panas setelah Go-Jek harus berhadapan dengan raksasa pemesanan taksi online asal Malaysia, GrabTaxi, yang turut membuat layanan GrabBike. Hasilnya, daftar startup pemesanan ojek online ini pun menjadi lebih panjang daripada daftar serupa jika anda membuatnya beberapa bulan yang lalu.

Go-Jek

go-jek

Tampaknya tak ada lagi yang perlu dijelaskan tentang startup ini, karena hampir semua orang di kota-kota di mana mereka beroperasi pasti mengenal nama Go-Jek. Nadiem Makarim, seorang lulusan Harvard University di Amerika Serikat, pada tahun 2011 kembali ke tanah air dan membuat sebuah perusahaan teknologi yang akhirnya menjadi lapangan kerja bagi ratusan ribu pengemudi ojek. Sempat diterpa masalah soal privasi penumpang, namun Nadiem Makarim telah menutup isu tersebut dengan baik.

Saat ini, Go-Jek tak hanya mempunyai layanan pengantaran orang, ia juga mempunyai layanan pengantaran dan pembelian barang baik dengan motor maupun mobil box, juga layanan-layanan on-demand (panggilan) lain seperti layanan membersihkan rumah, layanan pijat, dan layanan make-up.

GrabBike

GrabBike

Teman sekelas Nadiem Makarim (CEO Go-Jek) di Harvard, Anthony Tan, sudah terlebih dahulu membuat bisnis pemesanan kendaraan online di Malaysia yang bernama GrabTaxi pada tahun 2011. Melihat kesuksesan Go-Jek di Indonesia di awal tahun 2015, Anthony langsung menduplikasi layanan ojek online GrabBike yang sebelumnya beroperasi di Thailand untuk juga beroperasi di Indonesia. Berbeda dengan Go-Jek yang sejauh ini belum mengumumkan nilai funding yang diterima, GrabTaxi / GrabBike manyatakan kalau mereka sudah mendapat total pendanaan sebesar 680 Juta Dollar, dengan nilai valuasi di atas 1 Miliar Dollar. Ini membuat GrabBike menjadi satu-satunya startup Unicorn di dalam daftar ini.

Jeger Taksi

Jeger Taksi

Jeger Taksi merupakan satu-satunya layanan pemesanan ojek yang menyediakan argo (layaknya taksi), dan struk atau bukti pembayaran kepada para penumpangnya. Kendaraan Jeger Taksi punya keunikan dengan warna kuning yang khas. Saat ini sudah ada ratusan pengemudi yang bergabung dengan Jeger Taksi. Sayangnya, Jeger Taksi belum mempunyai aplikasi mobile layaknya para pesaing mereka. Untuk memesan Jeger Taksi kita harus menelepon ke hotline (021) 1500107, mengirimkan pesan WhatsApp ke nomor 0811799998 atau lewat BBM dengan pin 2AE4C7EE.

Blu-Jek

Blu-Jek

Sekali lagi saya tegaskan kalau Blu-Jek bukanlah layanan yang dibuat oleh perusahaan taksi ternama, Blue Bird. Kata Blu sendiri diambil dari kata Blusukan. Karena kemiripan namanya dengan kata Blue dalam Bahasa Inggris yang berarti Biru, armada Blu-Jek pun punya ciri khas jaket yang berwarna biru. Garrett Kartono, dan Michael R. Manuhutu, pasangan founder dari Blu-Jek, menyebut diri mereka sebagai alternatif dari Go-Jek dan GrabBike, bukan sebagai pesaing.

LadyJek

Ladyjek

LadyJek mungkin merupakan pemain terbaru di bisnis pemesanan ojek online, tapi mereka punya pasar yang sangat spesifik, yaitu para perempuan. Dengan jaket dan helm khas yang berwarna pink-hitam, LadyJek seolah mengatakan kalau mereka adalah layanan yang terbaik bagi para perempuan. Tak main-main, mereka membuktikannya dengan memastikan kalau semua pengemudi LadyJek adalah perempuan. Mereka pun hanya menerima pesanan dari pengguna perempuan. Saat ini, sudah ada 700 pengemudi yang bergabung dengan LadyJek.

TopJek

TopJek

TopJek merupakan salah satu aplikasi pemesanan ojek yang mengambil keuntungan dari isu pelanggaran privasi yang sempat menerpa Go-Jek dan GrabBike. Cempaka Adinda Devi, sang founder cantik dari TopJek, mengatakan kalau nantinya pengguna dan pengemudi TopJek tidak akan bisa melihat nomor telepon masing-masing. Mereka nantinya akan berkomunikasi lewat fasilitas chatting di dalam aplikasi TopJek. Tunggu koq ada kata-kata ‘nanti’? Yup, karena TopJek baru akan beroperasi pada bulan November 2015 nanti.

Ojek Syar’i (Ojesy)

Ojek Syari

Perjalanan Ojek Syar’i dimulai di Surabaya, sebagai sebuah komunitas yang terhubung lewat Facebook. Pada tanggal 20 Agustus 2015, mereka pun mulai merambah Jabodetabek. Walaupun baru mempunyai puluhan pengemudi, namun Ojek Syar’i atau Ojesy ini yakin kalau mereka bisa eksis, karena mereka menonjolkan aturan syar’iah yang mengharuskan seorang perempuan tidak berkendara dengan pria yang bukan mahromnya. Ojesy yakin kalau masyarakat membutuhkan layanan seperti ini, karena dirasa lebih aman dan nyaman. Dalam waktu dekat, Ojesy pun akan merilis aplikasi pemesanan online demi meningkatkan kualitas layanannya.

Wheel Line

Wheel Line

Wheel Line merupakan layanan yang fokus pada pengantaran barang, tapi juga melayani pengantaran orang atau ojek. Wheel Line didirikan oleh Chris Wibawa untuk melayani pelanggan di daerah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain punya motto untuk mengantarkan barang dalam waktu 2 jam, Wheel Line juga melayani pengiriman-pengiriman custom dengan biaya tambahan.

Get-Jek

Get Jek

Get-Jek merupakan startup pemesanan ojek online yang dibuat untuk melayani pelanggan di kota Solo. Didirikan oleh Reza Rajasa, Get-Jek mulai beroperasi pada tanggal 27 September 2015. Walau begitu, Reza mengatakan kalau ia sudah mempunyai ide untuk membuat Get-Jek sejak tahun 2011. Seperti menghindari kota Jakarta yang merupakan ‘markas’ bagi layanan ojek online yang lain, Get-Jek lebih memilih untuk berekspansi ke Jogja dan Semarang dalam waktu dekat. Setelah itu, pada tahun 2016, Get-Jek berniat untuk melebarkan sayap ke kota Surabaya, Bali, Manado dan Makassar.

Disclaimer : Urutan dalam daftar ini tidak mengindikasikan apapun. Daftar ini akan terus diupdate apabila ada tambahan atau perubahan informasi yang diterima penulis.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

3 Responses

  1. masjo OK says:

    ” OK ” Ojek Kampung hadir dengan konsep berbeda. Kami hadirkan dengan motto 100% tarif milik rider /driver
    Salam satu jiwa

  2. Kemajuan teknologi memang sangat baik dan membawa dampak di berbagai bidang termasuk transportasi. Meski banyak masyarakat menyukai layanan ojek atau kendaraan umum online lainnya, tetap harus dipertimbangkan angkutan umum konvensional yang telah lebih dulu ada

  3. Ryth Naro says:

    Tolong di cek dong ada ngga “StartJek” soalnya saya di panggil untk interview hari ini. Tapi aq nyari web/berita/playstore ngga ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>