[Cerita Kegiatan] Pleasurr, Aplikasi Mobile Lokal untuk Para Pencari Kesenangan yang Siap Bersaing di Indonesia

Jume sedang memperkenalkan Pleasurr

“The Next Big Thing”.  Itulah mimpi yang sedang berusaha diwujudkan oleh Jume dan ketiga kawannya yang sedang mengerjakan Pleasurr. Pleasurr berangkat dari permasalahan yang dialami oleh orang-orang yang mengalami hal-hal seperti suntuk dengan kerjaan, bosan dengan rutinitas, bingung mencari aktivitas baru, atau sekedar ingin mencoba mencari pengalaman di luar rutinitasnya sehari-hari. Orang-orang ini dalam Pleasurr akan disebut guest. Jika ada guest, maka ada host atau tuan rumah. Nah host ini, adalah orang-orang yang memiliki talenta khusus dan ingin mengadakan sebuah kegiatan yang sifatnya unik. Bentuk kegiatannya bisa bermacam-macam misalnya mengadakan tur di ITB, sehari bersama profesional atau orang dengan bakat tertentu seperti yoga master, master chef, fotografer, atau mungkin pesohor-pesohor lainnya sekedar untuk mengetahui seperti apa keseharian mereka di luar yang tampak di media massa.

Dari melihat kedua kondisi tersebut, Pleasurr mencoba menjembatani kedua pihak untuk saling berinteraksi. Pleasurr mengadopsi dari sistem yang dimiliki oleh AirBnb kemudian menggabungkannya dengan konsep “bakat khusus” yang kemudian menjadi produk mereka.

Dalam presentasinya di BCCF, Jume yang sedang menempuh pendidikan S2 di Sekolah Bisnis dan Manajemen menyampaikan beberapa hal yang membuat mereka berani untuk mengembangkan Pleasurr yang diawali di Bandung. Potensi di Bandung hadir karena terdapat sekitar 216.000 pengguna smartphone di kota Bandung yang mengikuti akun explorebandung di Instagram. Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Bandung yang salah satunya ditopang oleh komunitas-komunitas yang jumlahnya sangat banyak, pada tahun 2014 mencapai angka 9 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sekitar 4-5 persen. Angka 9 persen ini juga disebabkan besarnya jumlah pengunjung kota Bandung, yang tercatat sekitar 5,4 juta orang pada tahun 2014. Pengunjung-pengunjung ini menggunakan uangnya untuk menikmati banyak hal dari kota Bandung seperti kuliner, musik, berbelanja, atau pengalaman-pengalaman unik lainnya yang cuma bisa didapatkan di Bandung seperti misalnya Observatorium Bosscha yang berada di Lembang.

Terdapat tiga fitur utama yang ditawarkan oleh Pleasurr setidaknya untuk saat ini sampai produk mereka diluncurkan, yang menurut rencana awal tahun 2016. Fitur pertama adalah kemampuan untuk menemukan pengalaman unik tertentu yang didasarkan dari minat dan kepribadian kita. Kedua, mendapatkan pengalaman unik dalam hitungan detik berkat sistem booking yang cepat. Terakhir, sebagai penyedia layanan atau penyelenggara kegiatan, kita didorong untuk mengadakan kegiatan berdasarkan kreativitas, bakat, dan muatan-muatan lokal yang ada.

Tim Pleasurr terdiri dari empat orang. Selain Jume sebagai pimpinan, ada Reka yang memegang bagian operasional tim, Febri yang menangani urusan teknologi, dan terakhir ada Eka yang mengurusi desain visual.

Tim Pleasurr (sumber: procodecg.wordpress.com)

Ketika sesi tanya jawab, para peserta meetup yang digagas oleh ProcodeCG terlihat cukup antusias terhadap ide yang dibawa oleh Pleasurr. Banyak pertanyaan, masukan, dan kritik yang dilontarkan oleh hadirin. Antusiasme ini bisa dimengerti mengingat saat ini belum ada aplikasi lokal yang menawarkan produk serupa.

 

img_1422

Seperti biasa, foto bersama di penghujung acara. (sumber:procodecg.wordpress.com)

Apakah anda tertarik juga untuk mencoba aplikasi ini? Mari kita sama-sama nantikan kehadiran mereka di PlayStore dan Apple Store awal tahun depan!

Nawir

Seorang pembaca buku, pecinta alam semesta, penyuka filsafat, penonton film.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>