CEO Toshiba,Hisao Tanaka Mundur Setelah Skandal Senilai 1.2 Miliar Dolar

Hisao Tanaka, CEO Toshiba

Ekonomi Jepang kembali mengalami guncangan. Setelah sebelumnya CEO Nintendo meninggal dalam usia 55 akibat kanker yang dideritanya, kini perusahaan besar lainnya diterpa masalah.

Senin kemarin, sebuah tim independen mengumumkan bahwa mereka telah berbohong mengenai keuntungan yang mereka dapatkan. Dalam laporannya, tim tersebut menyatakan bahwa Toshiba melebih-lebihkan keuntungan mereka selama tujuh tahun yang mencapai 1.22 miliar dolar.

Hisao Tanaka, CEO Toshiba mengundurkan diri setelah skandal keuangan yang menimpa mereka. Mundurnya Tanaka diikuti oleh Wakil Presiden mereka, Norio Sasaki. Mereka berdua telah bergabung dengan Toshiba selama empat decade. Sasaki menjabat sebagai CEO antara tahun 2009 sampai dengan 2013, saat di mana Toshiba paling banyak melakukan kebohongan terkait keuntungan mereka.

Hisao Tanaka, tengah, dengan presiden, Masashi Muromachi, kiri , dan wakil presiden, Keizo Maeda, membungkuk saat konferensi pers di Tokyo. Foto: Thomas Peter/Reuters

Dalam laporan tim independen tersebut, disebutkan bahwa permasalahan dimulai tujuh tahun silam setelah krisis keuangan di tahun 2008. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa di dalam Toshiba terdapat kultur perusahaan di mana seorang bawahan tidak bisa melawan perintah atasan. Dengan demikian, ketika pimpinan di tingkat atas memberikan ‘tantangan’ para kepala divisi, manajer-manajer dan para pegawai di bawahnya terus menerus melakukan kecurangan dalam laporannya demi memenuhi target yang dibebankan oleh atasan mereka. Tekanan paling kuat muncul ketika bencana Fukushima terjadi, antara tahun 2011 dan 2012.

Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso sangat menyesalkan peristiwa ini. Menurutnya, tindakan Toshiba akan menurunkan tingkat kepercayaan terhadap kemampuan perusahaan-perusahaan Jepang dalam menjalankan usahanya yang berdampak kepada larinya investor ke luar dari Jepang.

Skandal Toshiba ini memang menjadi tamparan bagi pemerintah Jepang, sebelumnya pada tahun 2011 perusahaan Olympus diketahui telah menyembunyikan kerugian yang mencapai 1.7 miliar dolar selama tigabelas tahun.

Skandal ini juga menjadi penanda betapa Jepang semakin tertinggal dalam kompetisi barang-barang elektronik dibandingkan tetangga-tetangganya di Korea Selatan dan Tiongkok. Apakah dengan pergantian kepemimpinan Toshiba akan mampu mengejar ketertingalannya masih harus menunggu pembuktian lebih lanjut.

 

Nawir

Seorang pembaca buku, pecinta alam semesta, penyuka filsafat, penonton film.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>