Cara Membuat Startup : The Golden Triangle

Startups

Bagaimana sih cara membuat startup agar bisa sukses dan menghasilkan banyak uang? Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh kebanyakan orang yang memperhatikan dunia teknologi saat ini. Betapa teknologi dan inovasi masa kini tidak lagi didominasi oleh entitas-entitas besar seperti NASA, CERN, atau mungkin KEMENKOMINFO dan LIPI di Indonesia. Kini inovasi-inovasi itu muncul dari kumpulan kecil (atau bahkan hanya dari 1 orang saja) yang kemudian mengembangkan ide-ide kreatifnya, menarik sebanyak mungkin investor untuk membantu dan menarik sebanyak mungkin pengguna untuk menggunakan apa yang mereka buat. Kumpulan itulah yang saat ini disebut-sebut Startup.

Lalu mengapa banyak sekali orang yang ingin membuat startup? Kisah-kisah sukses startup yang kini telah besar, itulah alasannya. Facebook, Google, Amazon, bahkan Apple sekalipun berawal dari sebuah startup, sebuah kumpulan kecil yang mungkin tidak pernah bermimpi kalau nama yang mereka bawa bisa menjadi sebesar sekarang. Mereka tidak tiba-tiba menjadi besar. Jalan yang mereka lalui penuh dengan perjuangan, dan akhirnya kini mereka hidup bahagia seperti tokoh di cerita dongeng. Hal itu sepertinya sudah cukup untuk menarik banyak orang untuk ikut-ikutan membuat startup.

Kembali lagi, bagaimana cara membuat startup? Jawabannya bisa sangat luas, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Namun seorang pemerhati dunia startup, Michael Thomas, pernah coba menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengawali pembuatan sebuah startup.

Penjual

Apapun yang dikatakan orang, inti dari pembuatan startup adalah bagaimana cara menjualnya. Keuntungan yang didapat bisa berupa uang tunai, ataupun hanya berupa penularan ide dan informasi kepada orang lain (bila startup yang bersangkutan hanya dijadikan sebagai alat pendukung kampanye tertentu). Dan sebuah startup membutuhkan seorang penjual yang kompeten dan mampu menampilkan kelebihan-kelebihan produk yang ingin ia jual dengan baik.

Startup_guides_lightbulb_moment_resizePenjual yang baik tidak harus seseorang yang mempunyai gelar S2 di bidang pemasaran. Penjual yang baik hanya perlu rasa lapar dan keinginan yang kuat untuk membawa startup yang ada di belakangnya agar bisa jauh lebih berkembang, tentunya dengan strategi pemasaran yang diperhitungkan dengan matang. Bila bingung harus memulai dari mana, coba perhatikan hal-hal berikut:

  1. Customer Development – Coba bertanya kepada sebanyak mungkin konsumen tentang keinginan dan kebutuhan mereka. Michael Thomas mengatakan kalau seorang penjual harus berbicara dengan minimal 10 konsumen setiap harinya.
  2. Product Development – Salah satu tugas utama seorang penjual, adalah untuk menghubungkan antara konsumen dan developer. Untuk itu ia harus jeli menerjemahkan keinginan konsumen agar bisa segera dimengerti oleh para developer.
  3. Selling – Setelah merencanakan semuanya, keluarlah dan mulai berjualan.
  4. Blogging – Ada baiknya sebelum meluncurkan sebuah produk, kita telah memberikan beberapa teaser tentang produk baru kita. Lewat perkembangan teknologi, saat ini pengenalan lewat dunia maya menjadi cukup efektif. Salah satu caranya adalah lewat Blog, twitter, Facebook, Path, dan sosial media lainnya.
  5. Recruiting – Dalam sebuah startup, seorang penjual juga (biasanya) merangkap sebagai HRD (Human Resource). Karena itu ia harus pintar-pintar memilih dan menarik orang untuk membantu dia membangun startup.

Designer

Sebuah startup bisa jadi mempunyai ide dan konsep yang mirip dengan startup yang lain. Yang membedakan antara startup yang sukses dan yang gagal adalah pada sisi desain. Sebuah startup yang baru dibangun bisa naik dengan tiba-tiba di tengah startup-startup lain yang sudah lama malang melintang, dengan hanya berbekal desain yang lebih menarik.

Selain itu, pembuat startup juga harus memperhatikan cara akses untuk menggunakan fitur-fitur yang ia sediakan. Mayoritas pengguna lebih suka untuk mencoba-coba aplikasi secara langsung, dan paling tidak suka kalau mereka harus membaca FAQ, manual, atau semacamnya. Karena itu bila ada sebuah fitur yang tidak diketahui pengguna karena aksesnya yang begitu sulit (misalnya untuk mengirim pesan, pengguna harus melakukan swipe memutar-mutar ke arah kiri), maka kesalahan sepenuhnya ada di pihak desainer aplikasi tersebut.

Bila anda seorang desainer dan ingin membuat startup, seharusnya kalian memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Landing Page – Kesan pertama adalah sesuatu yang penting, karena itu sebuah startup haruslah mempunyai sebuah landing page yang menarik, dengan informasi yang lengkap dan mudah dipahami, penjelasan harga bila dibutuhkan, dan sebagainya.
  2. Mendesain Produk – Seorang desainer harus bekerja sama dengan Penjual untuk mengetahu desain seperti apa yang harus ia buat. Jangan sampai ia membuat desain yang tidak bisa diterima oleh pasar yang mereka tuju.
  3. Melakukan Tes Desain – Mencoba menampilkan desain kepada konsumen (atau mungkin calon konsumen) bisa dilakukan untuk mengukur sejauh mana sebuah desain dapat diterima.
  4. Branding – Ini adalah hal yang sangat penting. Desainer harus membuat logo dan tampilan yang sesuai dengan visi startup tersebut, sehingga mereka bisa mendapatkan posisi yang pas di mata konsumen.
  5. Mengetahui Hal Teknis – Tak boleh ada desainer yang tidak mengetahui tentang programming, karena mereka pasti akan membuat desain dengan masuk ke dalam program, walaupun tidak begitu dalam.

Programmer

Jelas sekali kalau sebuah startup di bidang teknologi informasi harus mempunyai seorang programmer yang handal, agar produk mereka bisa berfungsi dengan baik. Apa yang harus diperhatikan oleh programmer? Cukup membuat produk saja.

 

Sumber Gambar : startups.co.uk, blog.up.co

 

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>