Blackberry 10 – Research in No Motion

Blackberry benar-benar berbenah, selain meluncurkan OS dan Device terbarunya di akhir Januari ini, mereka pun menghapus nama Research in Motion (RIM) dan hanya memakai nama Blackberry di seluruh dunia, hingga di pasar modal. Apakah ini awal berkibarnya kembali bendera Blackberry, atau hanya harapan semu untuk bangkit yang nantinya akan kandas seketika?

Dalam sebuah kesempatan tampil di New York untuk peluncuran Blackberry 10, CEO Research In Motion (RIM), Thorsten Heins, mengejutkan kita semua dengan mengatakan: “Sejak hari ini, di seluruh dunia, nama kami adalah Blackberry.”

RIM yang telah berdiri sejak tahun 1984, kini hanya akan bekerja untuk Blackberry, dan juga memakai namanya sebagai nama perusahaan. Saham perusahaan yang ada di bursa pun kini dijual dengan kode BBRY.

Lalu bagaimana dengan kabar OS dan Device terbaru dari Blackberry? Mari kita awali pembahasan kita tentang siapa sebenarnya yang menjadi target dari peluncuran OS terbaru, Blackberry 10. Mereka adalah para pengguna setia Blackberry yang akan atau sudah beralih ke platform lain, seperti Android, iOS, Windows Phone, dan lain-lain, serta para pemakai ‘feature phone’ yang belum mengerti Internet. Karena itulah Blackberry berjuang sekuat tenaga untuk merebut hati mereka dengan melahirkan OS terbaru ini, lengkap dengan beberapa device terbaru, salah satunya adalah Blackberry Z10.

Dengan besar layar 4.2”, Blackberry Z10 diharapkan bisa bersaing dengan Device berukuran serupa, seperti Nexus 4 (4.7”) dan Samsung Galaxy Note II (5.5”). Tidak adil rasanya kalau kita membandingkan Blackberry Z10 yang hanya bertenaga dual-core dengan 2 device bertenaga quad-core tersebut, namun dari sisi ketahanan baterai Z10 masih bisa diperhitungkan. Bermodal kamera 8 Mp dan RAM 2 GB, Z10 diharapkan dapat mengimbangi produk-produk smartphone yang sudah lebih dulu ada.

Tapi ada yang kurang dari produk ini, apa yah kira-kira? Setiap produk yang mengharapkan hype di pasaran, pasti mempunyai sebuah Unique Selling Point (USP). Nah, itu dia yang hampir tidak ada di Blackberry Z10 ini, hampir semua fitur di dalamnya bisa kita dapatkan di smartphone lain. Membeli Blackberry Z10 jadi seperti membeli smartphone lain (mungkin dengan harga yang lebih murah) dengan bonus Blackberry Messenger di dalamnya. Satu-satunya keunikan yang ada pun tersembunyi di sudut yang tersembunyi, Blackberry Balance namanya. Fitur ini bisa menghadirkan content-content perusahaan dengan keamanan yang terjamin. Namun yang bisa memakainya hanyalah perusahaan yang mau membayar untuk Software Blackberry Enterprise Server yang terbaru.

Tampilan OS Blackberry sekarang memang telah jauh berubah, Blackberry World (dulu bernama Blackberry App World) pun kini tak hanya menjual program tapi juga content musik dan video. Namun hal ini sepertinya belum cukup untuk mengangkat kembali nama Blackberry. Beberapa perusahaan pun sudah mulai meninggalkan Blackberry karena khawatir akan kelangsungan hidup Blackberry.

Kondisi pasar smartphone saat ini begitu ketat, dan kalau Blackberry tidak bisa meresponnya dengan teknologi-teknologi yang disukai masyarakat, maka apapun yang mereka lakukan sama saja dengan menggali kubur mereka sendiri.

 

Sumber Gambar : anadtech.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>