Beragam Reaksi Terkait Pemblokiran Situs-Situs Terkait ISIS Oleh Menkominfo

Blokir Website Isis

Berganti menteri, ternyata tidak membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lepas dari sorotan publik terkait sensor terhadap dunia maya. Sebelumnya, di era kepemimpinan Tifatul Sembiring, Kemenkeminfo sempat diprotes karena memblokir banyak website dengan alasan pornografi. Puncaknya, mereka juga memblokir website penyedia konten video, Vimeo.com, serta forum online besar, Reddit.com. Pemblokiran kedua website tersebut memancing kemarahan banyak pihak karena kedua website tersebut merupakan wadah kreativitas, bukan penyedia konten pornografi.

Setelah pergantian presiden tahun lalu, tampuk kepemimpinan Kemenkominfo pun beralih dari Tifatul Sembiring ke Rudiantara. Namun ternyata masalah yang sama kembali terulang. Kali ini giliran website-website yang diduga terkait dengan propaganda Islamic State of Iraq & Suriah (ISIS), yang diblokir oleh Kemenkominfo. Hal ini dilakukan Kemenkominfo setelah mendapat laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), lewat surat resmi bernomor No 149/K.BNPT/3/2015 tentang Situs/Website Radikal ke Dalam Sistem Filtering Kominfo.

Menkominfo Indonesia, Rudiantara, Kini Didera Polemik Terkait Pemblokiran Website-Website Berbau Propaganda ISIS

Menkominfo Indonesia, Rudiantara, Kini Didera Polemik Terkait Pemblokiran Website-Website Berbau Propaganda ISIS

Sebelumnya, BNPT ternyata sudah mengajukan untuk memblokir 3 website, yaitu shoutussalam.com, azzammedia.com dan indonesiasupportislamicatate.blogspot.com, dan telah dilakukan pemblokiran. Namun dalam surat terbarunya, BNPT kembali meminta untuk memblokir 19 website, yaitu:

1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com

Menurut BNPT, seluruh website tersebut diduga “ingin melakukan perubahan dengan cepat menggunakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama, mengkafirkan orang lain, mendukung, menyebarkan, dan mengajak bergabung dengan ISIS/IS, serta memaknai jihad secara terbatas.”

Beragam tanggapan pun muncul terkait isu tersebut, baik yang pro maupun yang kontra, di antaranya:

Wawan Purwanto, Staf Ahli BNPT :

“Sebelumnya sudah ada pemikiran yang seperti ini (pemblokiran website terkait ISIS) yang cukup lama. Ini kan ada langkah-langkah yang dilakukan. Dilakukan karena sudah cukup banyak yang menjadi korban ikut ISIS.  Banyak akibat yang ditimbulkan dari pemahaman yang setengah-setengah dari informasi yang didapatkan. Ini merupakan suatu bentuk penertiban. Semua pihak supaya menahan diri.”

Marciano Norman, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) :

“Kami akan terus berusaha mengantisipasi propaganda yang dilakukan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dengan mengajak WNI menjadi pendukungnya. Kita akan terus counter. Kita kerjasama dengan Kementerian Kominfo untuk segera menutup (website-website) itu. Kita harus hati-hati mengelola (pemblokiran ini). Jangan terjebak suatu hari nanti pada paradigman kalau ISIS itu dikaitkan dengan Islam, itu tidak benar.”

Ismail Cawindu, Juru Bicara Kemenkominfo :

“Kami telah menerima laporan dari BNPT tentang daftar situs-situs yang isinya menganut paham radikalisme ataupun yang mendukung paham tersebut. Kami harap ISP bisa segera bertindak untuk memblokir semua. Kominfo tidak meneliti apakah (situs tersebut) radikal atau tidak. Kami hanya meneruskan apa yang direkomendasikan oleh BNPT.”

Mahladi, Pimpinan Redaksi Hidayatullah.com, salah satu situs yang diblokir :

“Sejak dari awal, kami belum pernah dipersoalkan. Setelah 20 puluh tahun, kami diblokir secara tiba-tiba, itu janggal. Situs Hidayatullah sejak berdiri pada tahun 1996, belum melakukan perubahan baik dari sisi tampilan maupun konten. Media kami hanya mengajak berislam secara benar. Kami ingin menanyakan alasannya. Kami tidak tahu apakah Kominfo sudah melakukan investigasi ke kami atau belum.”

Surahman Hidayat, Ketua Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera :

“Pemerintah itu terlalu ketakutan. Kalau orang ketakutan, hal yang tidak perlu dilakukan ya dilakukan. Jangan(lah) paranoid sehingga melakukan langkah-langkah yang tidak proporsional bahkan tidak simpatik. Ini malah mengundang orang yang tidak simpatik malah jadi tidak pro-pemerintah, dan bisa jadi nekad. Jadi harus hati-hati.”

Ahmad Zainuddin, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera :

“Pemerintah, baik BNPT dan Kemenkominfo, perlu memiliki standar yang jelas tentang situs Islam yang harus diblokir dan (mereka) perlu membuka dialog dengan pengelola situs-situs tersebut. Sampai saat ini tidak ada penjelasan resmi dari Menkominfo. Tapi tiba-tiba saja menyeruak di masyarakat. Maksudnya apa, apakah operasi, atau apa. Pemerintah sebaiknya terbuka saja. Jangan tiba-tiba saja dan diam-diam. Pemerintah harus jelaskan.”

Onno W. Purbo, Pakar Teknologi Informasi :

“(Mengutip artikel 19 dari Deklarasi Hak Asasi Manusia) Everyone has the right to freedom of opinion and expression; this right includes freedom to hold opinions without interference and to seek, receive and impart information and ideas through any media and regardless of frontie. Ini bisa-bisa terlanggar oleh Kemenkominfo dengan memblokir secara sembarangan, sembrono dan belakangan ini beberapa situs dakwah juga diblokir. Proses blokir situs sebetulnya merupakan proses penyadapan. Padahal di aturan yang ada, penyadapan harus berdasarkan perintah pengadilan. Blokir situs, dasarnya apa?”

Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia :

“Saya telah menghubungi Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, untuk memeriksa kembali konten di situs web tersebut. Kalau hanya karena ada nama ‘Islam’ lalu otomatis diblokir, tidak bisa begitu. Saya telah meminta Kemenkominfo untuk menetapkan kriteria khusus untuk menyimpulkan konten yang mengandung radikalisme. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah pemblokiran yang dilakukan tanpa analisis tepat.”

Bagaimana pendapat anda?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>