Benarkah Ada Kecurangan Dalam Proses Lelang di Website Online?

Elevenia Lelang

Saat ini, sepertinya segala macam bentuk bisnis sudah ada bentuk onlinenya. Mulai dari pengantaran orang, pengantaran barang, peminjaman uang, termasuk segala macam jenis jual beli barang. Salah satu bisnis atau jenis jual beli yang juga sudah dibuat versi onlinenya adalah bisnis Lelang, di mana sebuah barang akan dijual kepada orang yang berani membelinya dengan harga tertinggi. Bisnis ini pun menarik banyak peminat, karena biasanya kita bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah daripada harga aslinya. Namun, layaknya bisnis-bisnis online lainnya, sebagai pengguna kita pun harus mencermati aspek positif dan negatif dari bisnis ini.

RajaLelang.com, Portal Lelang Online Terbesar di Indonesia

Sebagai informasi, ada 2 jenis lelang yang dikenal di masyarakat, yaitu Lelang Terbuka dan Lelang Tertutup. Yang dimaksud dengan lelang tertutup adalah setiap orang yang ingin berpartisipasi dalam lelang diminta menuliskan nominal tertinggi yang mereka ingin ajukan di dalam sebuah amplop tertutup. Ketika seluruh peserta sudah mengumpulkan penawaran, pemilik barang tinggal membuka amplop-amplop tersebut dan menjual barangnya ke penawar dengan penawaran harga tertinggi. Adapun Lelang Terbuka, adalah proses lelang yang biasa kita lihat, di mana setiap orang bisa bergantian memberikan penawaran yang lebih tinggi dari peserta lainnya. Para peserta akan saling susul menyusul memberikan penawaran hingga tersisa 1 orang terakhir dengan penawaran tertinggi dan tidak ada lagi yang berani melawannya.

Khusus untuk jenis lelang terbuka, di Indonesia sudah ada sebuah portal khusus yang bernama RajaLelang.com. Di RajaLelang, kita bisa ikutan membeli barang dengan proses Real Time Auction, di mana setiap ada penawar yang menawar dengan harga lebih tinggi, maka hal tersebut pun akan langsung diketahui oleh para peserta lain. Dengan begitu, menurut RajaLelang, tidak akan ada pemanipulasian dalam bentuk apapun.

Lelang Tak Resmi yang Berjalan di website Tokopedia

Sistem Lelang ternyata juga ada di E-Commerce besar seperti Tokopedia. Adanya fitur Diskusi Produk di setiap halaman barang yang dijual membuat sistem lelang ini bisa berjalan, walaupun Tokopedia sebenarnya tidak menyediakan fitur ini secara resmi. Calon pembeli yang ingin mengikuti lelang, bisa memberikan nominal harga yang mereka ajukan di fitur Diskusi Produk, untuk kemudian dibalas dengan harga yang lebih tinggi oleh pengguna lainnya. Lelang seperti ini termasuk dalam kategori lelang terbuka, di mana setiap tawaran yang masuk terlihat juga oleh pengguna lain, dengan begitu bisa dijamin kalau tidak ada manipulasi dalam lelang seperti ini.

Lelang Tokopedia

Berbeda dengan Tokopedia, e-commerce lain yaitu BukaLapak, sama sekali tidak menyediakan fitur Diskusi Produk. Mereka pun sangat tegas menindak penjual yang membagi-bagikan informasi pribadi, seperti nomor telepon, alamat dan lain-lain, demi menjamin setiap transaksi yang terjadi haruslah terjadi di dalam platform BukaLapak. Hal ini menyebabkan sistem Lelang bisa dibilang sangat kecil sekali kemungkinannya untuk terjadi di BukaLapak. Walau begitu, beberapa pengguna di BukaLapak malah mengusulkan agar BukaLapak membuat fitur Lelang tersendiri, seperti yang bisa dilihat di link berikut.

Lazada Juga Pernah Mengadakan Event Lelang

Bila Tokopedia dan BukaLapak tidak secara resmi membuat fitur lelang di layanan e-commerce mereka, Lazada malah membuat fitur khusus lelang di websitenya. Namun hal ini hanya dibuat untuk sebuah momen tertentu, yaitu di akhir tahun 2013. Dalam event lelang tersebut, Lazada mengharuskan member mereka untuk melakukan registrasi berupa Nama, Email, dan Nomor Telepon. Peserta lelang juga harus melakukan login dengan akun twitter mereka. Bagi peserta yang sudah terdaftar, akan tersedia tombol Bid di setiap barang yang akan dilelang. Peserta tinggal mengklik tombol Bid untuk memberikan penawaran yang lebih tinggi dari penawaran sebelumnya.  Adapun nominal kelipatan penawaran dari masing-masing barang ditentukan sendiri oleh Lazada.

Untuk menjamin agar lelang ini berjalan terbuka dan fair, setiap kali peserta lelang melakukan penawaran, maka penawaran tersebut akan muncul secara otomatis di akun twitter mereka, contoh: “Gue baru aja beli Samsung tab 7.0 seharga 550.000 di Lazada”. Dengan begitu, setiap peserta bisa mengetahui siapa saja yang melakukan penawaran atau Bid, dan kapan mereka melakukannya.

Event Lelang di Elevenia, Benarkah Ada Kecurangan?

Baru-baru ini, giliran website e-commerce Elevenia, yang menyelenggarakan event lelang. Tak tanggung-tanggung, mereka terus menerus melakukan lelang setiap minggunya, dengan produk-produk keren seperti Sony PlayStation 4, iPhone 6, Asus Zenfone 6, LG LED TV 42″, dan lain-lain. Mekanismenya pun tak jauh berbeda dengan yang diterapkan Lazada, setiap peserta harus mendaftar dan melakukan penawaran yang harus lebih tinggi dari penawaran sebelumnya. Bedanya, di event lelang Lazada, mereka telah menetapkan kalau nilai penawaran yang diajukan harus merupakan kelipatan Rp 5.000, dan selisih dengan penawaran tertinggi sebelumnya tidak boleh lebih dari Rp 100.000. Uniknya lagi, tawaran tertinggi baru terupdate setiap 10 menit sekali.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pembaca Aitinesia menceritakan kepada redaksi kalau ada hal yang janggal dari proses lelang di Elevenia ini. Ia menyertakan sebuah screenshot yang bisa anda lihat di bawah ini.

Elevenis Lelang

Dalam screenshot tersebut, terlihat waktu lelang sudah berakhir (pukul 15:00), dan sudah ada 2 orang pemenang dengan penawaran tertinggi. Screenshot tersebut juga diambil pada pukul 15:15, setelah proses update yang menurut Elevenia hanya berlangsung sekitar 10 menit sekali. Namun anehnya, ketika diumumkan, 2 pemenang yang disebutkan sama sekali berbeda, seperti yang bisa anda lihat dalam screenshot berikut ini.

Lelang yang dibicarakan adalah lelang Laptop Asus

Lelang yang dibicarakan adalah lelang Laptop Asus

Berdasarkan informasi tentang kejanggalan ini, redaksi Aitinesia pun berusaha untuk melakukan konfirmasi kepada pihak Elevenia. Mereka pun memberikan balasan sebagai berikut : “Baik, untuk kendalanya akan kami teruskan ke tim terkait terlebih dahulu, mohon menunggu jika sudah ada info akan kami bantu update secepatnya ya.”

2 hari berselang, belum juga ada jawaban dari Elevenia, kami pun mencoba menghubungi mereka kembali. Akhirnya setelah itu, baru lah mereka menjawab, dengan melampirkan sebuah data mengejutkan seperti yang bisa anda lihat di bawah ini.

Elevenia Curang

Ada beberapa kejanggalan dari data tersebut, antara lain:

1. Menurut data di atas, kedua pemenang melakukan bid pada pukul 14:50. Seharusnya, nama mereka akan muncul sebelum pukul 15:15. Namun sebagaimana saya sebutkan sebelumnya, nama kedua pemenang tersebut sama sekali tidak muncul.

2. Nominal bid yang dilakukan 2 pemenang di atas juga janggal, karena mereka melakukan bid dengan kelipatan Rp 500, bukan Rp 5.000 seperti yang ditentukan Elevenia. Seharusnya, apabila seorang pengguna memasukkan nominal itu, sistem akan langsung menolaknya.

Kami pun coba melakukan konfirmasi kepada para pemenang yang ada di list tersebut. Nama pertama ternyata nomor teleponnya tidak aktif, dan alamatnya pun tidak jelas, sehingga saya tidak bisa melakukan konfirmasi. Nama kedua juga saya hubungi, dan ia mengakui kalau ia memenangkan lelang tersebut. Namun ketika kami tanya bagaimana caranya ia melakukan bid dengan nominal Rp 500, ia enggan menjawab.

Kami pun mencoba melakukan konfirmasi kepada nama lain di daftar tersebut. Salah satunya adalah Rio, yang terkait hal ini mengatakan : “Ini fix rekayasa.” Ia pun mengatakan kalau ketika ia melakukan Bid pada pukul 15:51, seperti yang terlihat dalam data saya, waktu itu posisi bid tertinggi ada di angka Rp 1.515.000. Karena itu penawaran tertinggi yang bisa dilakukan adalah Rp 1.615.000. Mustahil melakukan bid dengan nominal Rp 1.615.500 seperti yang terlihat di data saya.

Kami sudah mencoba menghubungi kembali pihak Elevenia, namun sampai sekarang belum ada jawaban lebih lanjut. Entah di mana kecurangan ini terjadi, dari sisi peserta atau dari sisi penyelenggara. Namun yang pasti, Elevenia harus menjelaskan hal ini kepada seluruh peserta lelang di website mereka, karena apa gunanya mengikuti lelang jika nama pemenangnya bisa direkayasa, seperti dikatakan oleh Rio tadi.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

1 Response

  1. Willy Martin says:

    Saya juga merasa demikian.

    September lalu, saya mengikuti event lelang iphone6 (Saya lupa pada tanggal berapa). Saya merasa saya menjadi pemenang pertama dari event lelang tersebut karena email yang ditulis di web saat event selesai adalah cocok dan begitu juga dengan nominal dan waktu biddingnya. Soalnya tidak banyak yang menggunakan email yang mirip dengan saya (no_warzz@hotmail.com) . Saya sempat screenshot utk pamer ke teman-teman namun sayang kehapus karena saya percaya dengan elevenia dan saya juga tidak berniat untuk membeli karena harganya tidak selisih jauh dengan harga asli.

    Saya menang bid dengan nominal : 10.256.000 dari harga asli 10.259.100. Saya ingat sekali dengan angka ini, karena pada saat proses bidding saya membuat rumus untuk menghitung probabilitas yang dapat terjadi untuk bidding. Hal yang sangat wajar karena latar belakang pendidikan saya adalah IT dimana matematika, algoritma, dan logika adalah hal yang sudah wajib dikuasai. Pada saat itu juga saya memang ada rencana untuk membeli iPhone5s dan mendapat pesan LINE dari elevenia bahwa ada event bidding iPhone6 sehingga saya tertarik sangat, siapa tau kalau saya mendapat iPhone6 dengan harga iPhone5s. (Syukur sekarang saya sudah memiliki iPhone5s).

    Ketika bidding iPhone6 sudah mencapai nominal angka 10jt ++, saya merasa bidding ini tidak ada lagi artinya. pada pukul 14.51 WIB 9 menit sebelum event selesai, saya memasukan nilai paling tinggi yaitu 10.256.000 (kelipatan dari 5.000 setelah 11.000 dan dibawah harga asli 10.259.100). Kemudian saya iseng menunggu sampai pukul 15.00 WIB untuk melihat hasil. Pada pukul 15.00 WIB saya refresh browser dan email saya berada pada nomor 1 dengan tampilan NO_************* bidding pukul 14.52 WIB Rp. 10.256.000 (terjadi selisih 1 menit, mungkin karena jam pada komputer saya dan server berbeda atau karena server load terlalu tinggi sehingga bid saya di catat oleh server pada jam 14.52) namun itu tidak membuat saya curiga sebab sekalipun ada yang email mirip dan nominal sama seharusnya kan tetap saya yang menang.

    Saya tidak mendapat e-mail dari elevenia mengenai kupon diskon sebesar Rp. 3.100 untuk iPhone6 pada hari itu juga. Namun itu tidak membuat saya curiga sebab ada dikatakan pada ketentuan lelang dimana dikatakan kupon akan dikirim maksimum 3 hari setelah bidding selesai. Mungkin ada proses dibelakang seperti generate kupon diskon, hal-hal operasional lainnya. Setelah 3 hari saya juga belum mendapatkan email, dan malah ternyata email saya di spam oleh elevenia (Sangat menyebalkan).

    Setelah lewat dari 3 hari, saya pun tidak berharap banyak, pikiran cuma diskon 3.100 untuk apa saya tunggu-tunggu. Diskon 3.100 mending saya bernegosiasi dengan toko lokal daripada saya beli di elevenia, karena harus kirim dan biaya ongkir yang lebih mahal lagi. (Saya tinggal di Batam). Namun kembali, saya sangat jengkel dengan elevenia karena sekalipun saya sudah unsubscribe emailnya, email promosi selalu masuk ke email saya. Saya mencari dengan keyword: “Tidak dapat unsubscribe email dari elevenia” dan berakhir pada postingan ini.

    Karena penasaran, saya membaca dan kemudian memutuskan untuk menuliskan pengalaman pribadi saya dengan elevenia. Jika dikaitkan, elevenia mungkin menyelenggarakan event lelang untuk memancing user register dan mendapatkan email mereka untuk di broadcast email produk bahkan tidak dapat di unsubscribe. Kemungkinan jika saya menghubungi CS, maka CS akan menjawab masalah anda akan diteruskan ke tim terkait dan email tetap akan membanjiri inbox saya.

    Kesimpulannya, setelah mengikuti event lelang ini, inbox saya penuh dengan penawaran dari elevenia dan saya telah memenangkan voucher diskon Rp 3.100 untuk barang iPhone6 tetapi tidak pernah mendapatkannya (walau itu hanya asumsi no_********* adalah no_warzz@hotmail.com)…… pintar sekali elevenia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>