Bagaimana Smartphone Xiaomi Bisa Begitu Murah?

Xiaomi Mi3

Nama Xiaomi mulai dikenal sejak bulan Agustus tahun 2011, saat mereka meluncurkan produk pertama mereka, Mi 1. Dengan berani, Xiaomi membuat Mi 1 dengan spesifikasi yang bisa bersaing dengan smartphone kelas atas lainnya, seperti iPhone 4. Beda yang paling mencolok antara Mi 1 dan iPhone 4 adalah soal harga. Seperti kita tahu, pada saat itu iPhone 4 masih begitu mahal, sekitar 700 Dollar. Lalu bagaimana dengan Mi 1? Xiaomi hanya menjualnya seharga 300 Dollar.

Seluruh pemerhati dunia teknologi langsung terkejut dengan harga smartphone yang ditawarkan Xiaomi. Sejak saat itu, mereka terus bertanya-tanya bagaimana Xiaomi bisa menjual smartphone dengan harga yang begitu murah? Berapa modal untuk setiap smartphone yang mereka produksi?

Biaya Produksi Smartphone Xiaomi

Sebuah firma yang bernama Fomalhaut Techno Solutions pernah coba menghitung biaya produksi setiap produk Xiaomi. Hasilnya, Xiaomi diperkirakan hanya mengambil untung sekitar 100 Dollar (1,1 Juta Rupiah) untuk setiap smartphone yang mereka jual. Hal ini juga berlaku untuk smartphone terbaru mereka yang menggunakan chip Quad-Core dari NVidia, Mi 3. Apakah keuntungan sekecil itu cukup untuk mereka?

Trik Xiaomi Agar Tetap Bertahan

Untuk perusahaan-perusahaan dengan biaya marketing dan gaji pegawai yang begitu tinggi, mungkin keuntungan sebesar itu tak akan cukup untuk kelangsungan hidup mereka. Tapi hal itu tidak berlaku untuk Xiaomi. Dengan keuntungan sekecil itu, Xiaomi berhasil bertahan, dan menjadi sebuah fenomena di dunia teknologi. itu semua berkat strategi-strategi khusus yang mereka terapkan, seperti:

1. Mengurangi Biaya Marketing

Xiaomi tidak membuat iklan di banyak tempat seperti yang biasa dilakukan para pesaingnya. Mereka justru lebih memilih untuk menjual produk mereka lewat layanan E-Commerce yang lebih praktis dan tanpa biaya. Selain itu, mereka juga menumbuhkan kesadaran konsumen tentang produk-produk mereka di jejaring sosial. Hal ini terbukti sukses, karena potensi pembeli Xiaomi memang para tech savvy (penggila teknologi) yang sering berkeliaran di dunia maya.

2. Membuat Produk Dengan Jumlah Terbatas

Xiaomi tidak pernah membuat produk dengan jumlah yang terlalu banyak. Karena itulah setiap mereka meluncurkan produk, pasti selalu habis dalam waktu singkat. Kita harus menunggu beberapa hari untuk kemudian mendapatkan produk Xiaomi yang kita inginkan. Strategi ini terbukti sukses mengurangi kerugian akibat adanya produk yang tidak terjual. Selain itu, hal ini juga menumbuhkan stigma (pendapat) kalau produk Xiaomi adalah barang langka yang begitu berharga, dan konsumen pun malah semakin penasaran untuk bisa mendapatkannya.

3. Menambah Pemasukan

Jangan mengira kalau pendapatan Xiaomi hanya berasal dari penjualan smartphone. Mereka juga tengah mengembangkan bisnis penjualan aplikasi khusus untuk smartphone mereka, dan merchandise resmi di toko online mereka.

Ekspansi Xiaomi ke Seluruh Dunia

Sampai saat ini, Xiaomi baru bisa menjangkau pasar China dan negara-negara Asia di sekitarnya. Di tahun 2014, mereka berencana untuk mengembangkan bisnis ke pasar Asia Tenggara, Brazil, Meksiko, dan Rusia. Dengan dukungan Hugo Barra, mantan pimpinan Google yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden mereka, Xiaomi berharap keinginan mereka untuk menjual 60 Juta produk di seluruh dunia pada tahun 2014 ini bisa menjadi kenyataan.

Penjualan produk Xiaomi saat ini adalah yang terbesar ketiga di China, setelah Samsung dan Lenovo. Yup, mereka telah mengalahkan Apple di negara asal mereka. Semua berkat strategi yang saya jabarkan di atas, dan penjualan handphone murah mereka, Hongmi.

 

Baca juga: Bagaimana Smartphone Xiaomi Bisa Begitu Murah – Bagian 2

 

Sumber Gambar : androidheadlines.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>