Bagaimana Smartphone Xiaomi Bisa Begitu Murah? – Bagian 2

Sebelumnya kita telah mengetahui tiga alasan bagaimana smartphone Xiaomi bisa begitu murah. Kali ini kita akan menyimak tiga alasan tambahan mengenai murahnya vendor yang tengah naik daun dan hendak masuk ke Indonesia ini. Langsung saja berikut ketiga alasan mengapa Xiaomi murah.

1. Tidak Ada Toko Fisik

xiaomi

Sejauh ini metode penjualan Xiaomi melalui pemesanan online. Sejauh ini pula, metode tersebut berhasil dan bahkan cukup sukses ketika diterapkan di negara lain seperti Singapura dan Malaysia. Metode penjualan online tersebut membuat Xiaomi tidak perlu membuka toko di kota-kota besar negara tujuan yang tentunya akan sangat membebani biaya operasional (biaya membangun, sewa tempat, upah tenaga kerja, dan lainnya).

2. Produksi Berselang

Masih ada kaitannya dengan poin kedua post disini, Xiaomi cenderung memproduksi smartphone-nya dalam gelombang. Hal ini selain dapat menciptakan kelangkaan dan sebagai strategi marketing, juga membantu menekan biaya produksi. Dengan umur produk yang cukup panjang dan harga komponen yang cenderung menurun dari waktu ke waktu, hal ini sangat mungkin terjadi.

Sebagai contoh, pada bulan Januari 2014 Xiaomi meluncurkan produk X dimana pada saat itu harga prosesor yang digunakan adalah $40. Pada bulan tersebut Xiaomi hanya memproduksi 100.000 saja dan habis dalam beberapa menit. Di bulan februari, Xiaomi kembali memproduksi produk X namun saat ini harga prosesor yang digunakan telah turun menjadi $35. Dari situ saja Xiaomi telah mendapatkan keuntungan $5 per unit produk X. Dan itu baru dari satu komponen.

Strategi ini cukup banyak diadopsi vendor smartphone Cina yang bersaing ketat di harga. Bahkan kabarnya beberapa vendor nekat meluncurkan produk tanpa keuntungan atau bahkan rugi, dengan harapan cepat populer, dan meraih keuntungan di produksi bulan berikutnya ketika harga komponen mulai turun.

3. Reference Design

Reference Design atau Basic Design adalah skema desain untuk smartphone yang disediakan oleh pembuat chip untuk para produsen smartphone. Desain tersebut merincikan detil-detil seperti pembuat komponen serta nomer seri modelnya. Hal ini memungkinkan produsen yang tidak memiliki kecakapan teknologi untuk mengembangkan smartphone dari nol. Namun dengan adanya desain ini membuat tingginya kemungkinan smartphone yang beredar memiliki kerangka desain yang identik.

Dari awal Xiaomi telah menggunakan Reference Design untuk meminimalisir waktu pengembangan (berpengaruh kepada jumlah staf yang berujung kepada pengurangan biaya). Contohnya pada flagship teranyarnya Mi3. Sebuah proses pembongkaran (teardown) terhadap Mi3 dilakukan untuk membuktikan teori tersebut.

Xiaomi-mi3-teardown

Menurut referensi kami, Mi3 menggunakan panel kristal likuid untuk layar IPS dari Sharp dan CMOS dari Sony untuk sensor kameranya. Mi3 juga terdapat menggunakan banyak konektor yang diproduksi Hirose Electric dan Japan Aviation Electronics Industry. Xiaomi juga menggunakan filter dan komponen lain buatan Murata Manufacturing dan Taiyo Yuden yang merupakan komponen yang terdaftar dalam Reference Design dari Qualcomm. Kesemua itu kurang lebih juga merupakan komponen yang sama yang terdapat pada smartphone buatan Apple dan Samsung.

Murah Tanpa Murahan

Ketiga hal diatas dan tiga hal dalam post sebelumnya menjadi alasan utama yang dapat kami temui dari Xiaomi. Bisa jadi masih ada hal-hal lain yang membuat Xiaomi bisa membanderol smartphone jagoannya setengah dari harga pasaran. Namun yang perlu digaris bawahi adalah ada banyak cara yang dapat ditempuh oleh produsen dalam mencapai harga produk yang murah tanpa harus mengorbankan kualitas dan kemaksimalan dari produk.

 

referensi: nikkei

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

1 Response

  1. gigih says:

    kerennn data*nya, bengongnya otak kita* jd terobati… thanks a lot, please notify me….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>