Axis, Sang GSM Yang Baik Kembali Bangkit Dari Kematian

Axis XL

“GSM Yang Baik”, itulah tagline dari sebuah operator telekomunikasi yang sempat muncul dan cukup terkenal di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Masih ingatkah anda nama operator telekomunikasi tersebut? Yup, itu adalah tagline dari Axis, yang tepat pada tanggal 19 Maret 2014 yang lalu telah diakuisisi oleh operator telekomunikasi lain, XL. Lalu mengapa kami mengajak para pembaca untuk mengingat kembali tagline tersebut? Untuk menjawabnya, mari kita mendengar sedikit cerita yang terjadi di Graha XL yang berada di daerah Mega Kuningan, Jakarta, beberapa hari yang lalu.

Dalam sebuah acara yang berlangsung pada hari Senin, tanggal 30 Maret 2015 kemarin, Wakil Presiden Direktur XL, Dian Siswarini berdiri di sebuah ruangan dan menceritakan strategi bisnis XL ketika membeli Axis tepat setahun sebelumnya. “Pada awalnya, kami memang ingin ‘mematikan’ merek Axis,” ujar perempuan berambut pendek tersebut. “Namun kekuatan brand dari Axis, membuat kami pada akhirnya memutuskan untuk menghidupkan kembali brand ini.”

Jangan kaget dengan pernyataan tersebut, karena per tanggal 1 April 2015, alias hari ini, Axis akan kembali hidup dan melayani akses telekomunikasi seluruh masyarakat Indonesia.

Pembelian Axis oleh XL, Sebuah Perjalanan Panjang

Butuh proses yang rumit dan waktu yang panjang, hingga XL akhirnya berhasil mengakuisisi Axis tahun lalu. Menurut laporan dari CNN Indonesia, sebelum diperbolehkan membeli Axis, XL harus terlebih dahulu memenuhi syarat-syarat Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement – CSPA). Hal tersebut meliputi  Persetujuan dari Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo), Persetujuan pemegang saham XL melalui RUPSLB, Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pernyataan tidak ada keberatan dari Bursa Efek Indonesia, Persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk rencana akuisisi, dan Persetujuan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Tak selesai sampai di situ, XL pun harus menempuh proses yang rumit untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk membeli Axis. Uang 865 Juta Dollar yang menjadi kesepakatan, bukanlah jumlah yang kecil. Karena itu, XL kemudian meminta bantuan dari pemegang saham utama mereka, Axiata, yang akhirnya mau memberikan dana 500 Juta Dollar. Bagaimana dengan sisanya? XL pun akhirnya berhasil mendapatkan pinjaman dari DBS Bank sebesar 200 Juta Dollar, dari UOB Bank sebesar 100 Juta Dollar, dan dari Tokyo-Mitsubishi Bank sebesar 65 Juta Dollar. Dengan begitu, genaplah sudah seluruh biaya yang dibutuhkan XL.

Axis XL 2

Pertanyaannya, mengapa Axiata dan bank-bank tersebut mau memberikan dana dan pinjaman kepada XL? Jawabannya adalah karena pembelian Axis bisa memberikan XL keleluasaan dalam hal jaringan. Setelah pembelian Axis, XL praktis mempunyai jumlah spektrum yang sama dengan yang dimiliki Telkomsel, yaitu 15 MHz di 2,1 GHz, 22,5 MHz di 1.800 MHz, dan 7,5 MHz di 900 MHz. Spektrum-spektrum tersebut sangatlah penting, terutama spektrum 1.800 MHz yang dibutuhkan XL untuk mengimplementasikan jaringan 4G, yang akhirnya bisa mereka terapkan di akhir tahun lalu.

Mengapa XL Kembali Menghidupkan Axis?

Ini juga merupakan pertanyaan menarik, karena pada awalnya XL memang berniat untuk mematikan Axis. Lalu mengapa mereka kini menghidupkannya kembali? Jawabannya ada pada kata-kata Mediko Azwar, Senior Vice President Brand Management XL, sebagai berikut: “Berdasarkan laporan dari IDC dan GFK di tahun 2014, saat ini di pasar ada tiga kategori perangkat telekomunikasi; 28% merupakan basic phone, 40% merupakan feature phone dan 31% merupakan smartphone.”

Saat ini, XL tengah begitu gencar mengincar pasar menengah ke atas, alias para pengguna smartphone. Tapi mereka juga menyadari masih banyaknya pengguna basic phone dan feature phone, alias pasar menengah ke bawah. Dan mereka pun tersadar, “bukankah kita mempunyai Axis, yang sempat menjadi raja di pasar tersebut.” Hal ini pun didukung data jumlah pengguna Axis tepat sebelum diakuisisi oleh XL yang mencapai angka 13 – 17 Juta pelanggan. Persebarannya pun cukup merata, dengan konsentrasi utama di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera.

Keputusan pun dibuat, Axis kembali dimunculkan oleh XL. Seluruh pelanggan lama Axis bisa kembali mengaktifkan fitur-fitur Axis mereka mulai hari ini, tanggal 1 April 2015, dengan mengakses layanan *123#. Tenang saja, ini beneran koq, bukan jebakan April Mop.

Perjuangan Kembali Axis Merangkul Pelanggan

XL sadar, kalau butuh perjuangan berat untuk mengangkat kembali nama Axis, yang telah hilang selama 1 tahun penuh. Karena itu, mereka merancang sebuah strategi bisnis yang baru, termasuk dengan memberikan warna dan logo baru kepada Axis. Kini, Axis akan identik dengan warna ungu, dengan logo sebuah oval beserta nama Axis berwarna putih di dalamnya. Tagline Axis pun diubah, dari yang sebelumnya “GSM Yang Baik”, menjadi “Axis Itu Irit.”

Axis XL 3

Selain logo dan tagline baru, pasti dibutuhkan sebuah promo yang bisa menarik para pelanggan. Oleh karena itu, XL membuat konsep Iritology untuk Axis. Iritology ini mencakup paket NGOBROL IRIT, yaitu setiap pelanggan Axis bisa melakukan panggilan ke sesama Axis selama 20 menit pertama dan mengirimkan 20 SMS pertama dengan tarif Rp 0. Promo ini berlaku setiap hari mulai jam 00.00 s/d 17.00. Hal yang sama juga berlaku untuk layanan Internet. Pemakaian internet sebesar 10MB pertama akan dikenakan tarif Rp. 0 pada setiap harinya mulai pukul 00.00 sampai dengan pukul 17.00. Promo ini jadi makin menarik karena Axis menetapkan masa aktif layanan kartu perdana selama 360 hari.

Apakah promo ini akan berlangsung terus menerus? Sayangnya Kirill Mankovski, Wakil Presiden Axis, malah membantah hal tersebut. Menurutnya, skema murah ini hanya akan berlaku sekitar 3 bulan pertama saja. Kekurangan lainnya adalah, walaupun Axis telah ‘memberikan’ spektrum 1.800 MHz ketika dibeli XL tahun lalu, kini Axis malah tidak mendapat jatah dari spektrum yang telah diisi oleh jaringan 4G tersebut. Oleh karena itu, Axis hanya mendapatkan spektrum kecil jaringan 2G dan 3G yang dimiliki XL.

Jadi, tertarikkah kalian untuk ‘kembali’ Axis?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

1 Response

  1. yoga says:

    Axis sangant mengecewakan..susah sekali daftar bronet..dan susah hub ccnya,,plsa malah berkurang..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>