Alibaba, Startup China yang Mengejutkan Dunia

Alibaba

Pada tahun 1999, Jack Ma dan 17 orang temannya berkumpul di sebuah apartemen sederhana yang masih beralaskan beton di kota Hangzhou, Shanghai. Mereka berkumpul untuk membahas pembuatan sebuah startup yang bernama Alibaba, dengan Jack Ma sebagai pendiri atau foundernya. Saat itu, tak banyak penduduk China yang menggunakan internet, tapi Jack Ma telah berani berkata kalau Alibaba akan dikenal dunia suatu saat nanti.

“Pesaing kita bukan di China, tapi di Silicon Valley.” ujar Jack Ma saat itu.

Dan benar saja karena saat ini, 15 tahun kemudian, Alibaba tengah bersiap masuk ke pasar modal Amerika Serikat dengan nilai yang luar biasa besar, 16 Milyar Dollar. Dan itu semua berkat kepemimpinan Jack Ma yang dikenal dengan sebutan ‘E.T.’. Ia dikenal seperti itu bukan karena ia merupakan makhluk dari ‘Extra-Terrestrial’ (E.T.) atau seorang alien, tapi karena pekerjaan lamanya sebagai seorang ‘English Teacher’, guru Bahasa Inggris. Mengapa pengalaman Jack Ma sebagai seorang guru Bahasa Inggris bisa membuat Alibaba meraih kesuksesan?

Yang pertama adalah karena kata ‘English’, tak banyak orang China saat itu yang begitu fasih menggunakan Bahasa Inggris. Hal itu membantu Alibaba dalam menjalin kerja sama dengan banyak klien, sekaligus membawa Alibaba menjadi sebuah startup yang berorientasi global. Yang kedua adalah karena kata ‘Teacher’, Jack Ma menjadi seperti guru di mata para karyawannya. Walaupun ia tidak memiliki latar belakang dalam dunia bisnis maupun dunia teknologi, tapi ia berhasil membangkitkan etos kerja para karyawannya dan membawa Alibaba menjadi sebuah startup kelas dunia.

Betapa Besarnya Alibaba

Alibaba mengawali petualangannya di dunia bisnis online sebagai sebuah website E-Commerce. Kini, mereka telah menguasai bidang-bidang bisnis internet yang lain seperti Jejaring Sosial lewat kerja samanya dengan Tango, Sistem Pembayaran Online, Pemesanan Tiket Transportasi dan Akomodasi Perjalanan, dan lain-lain. Tahun lalu saja, sebanyak 231 Juta pelanggan menghabiskan uang sebesar 248 Milyar Dollar untuk berbelanja di berbagai layanan Alibaba. Jumlah itu masih lebih banyak daripada gabungan total penjualan barang di Amazon dan eBay. Dari situ kita bisa melihat betapa besarnya Alibaba, bahkan bila dibandingkan perusahaan teknologi kelas dunia sekalipun.

Tahun-Tahun Awal Yang Sulit

Perjalanan awal Alibaba bukannya tanpa hambatan. Uang yang mereka dapat sebagai modal, perlahan-lahan habis begitu saja. Belum lagi Amazon pun kemudian datang dan berusaha merebut pasar E-Commerce di China. Alibaba pun melawan dengan membuat sebuah situs E-Commerce dengan nama Taobao. Sadar kalau tidak banyak pengguna Internet di China yang menggunakan kartu kredit, Alibaba pun membuat sistem pembayaran tersendiri, Alipay. Alipay adalah sistem yang serupa dengan Rekening Bersama (RekBer) di Kaskus, di mana penjual tidak akan bisa mendapatkan uang mereka sebelum barang yang mereka kirimkan sampai di pembeli.

Taobao dan Alipay membuat Alibaba bisa sedikit bernapas lega, dan kembali mendaki tangga menuju kesuksesan. Taobao juga menjadi jalan sukses bagi banyak sekali penjual barang yang bisa ikut mengambil untung setelah menjual barang mereka lewat layanan E-Commerce tersebut. Sejak saat itu, investor pun terus mengalirkan uang sebagai modal untuk Alibaba, termasuk Yahoo! yang membeli 40% saham Alibaba seharga 1 Milyar Dollar pada tahun 2005.

Alibaba, Emas yang Tersembunyi

Alibaba kini telah menjadi sebuah pemain besar di dunia bisnis internet China, tapi anehnya tak banyak yang memperkirakan hal itu bisa terjadi, terutama para investor-investor besar di Amerika Serikat. Mereka yang biasanya punya mata yang begitu jeli dalam mendeteksi startup-startup yang potensial, entah mengapa tak sekalipun menjajaki peluang investasi di Alibaba.

Para analis mengungkapkan kalau hal itu terjadi karena mereka lebih suka berinvestasi di tempat yang memiliki iklim ekonomi yang aman dan nyaman, Eropa dan Amerika. Asia dikenal sebagai daerah dengan situasi ekonomi dan politik yang selalu berubah-ubah. Oleh karena itu, investasi di Asia dianggap sebagai investasi yang penuh resiko dan berbahaya. Apapun yang mereka katakan, kini tinggal-lah Yahoo! yang bisa tertawa lebar akan hadirnya Alibaba di pasar modal Amerika, karena hal itu jelas akan mendatangkan banyak uang untuk mereka.

Pesaing Alibaba

2 Tahun yang lalu mungkin Alibaba seperti tiada pesaing. Namun kini, mereka telah mendapat tantangan dari Jingdong, sebuah layanan E-Commerce seperti Alibaba yang juga berdomisili di China. Pada bulan Maret kemarin Jingdong bahkan telah mendapatkan investasi sebesar 215 Juta Dollar dari Tencent, yang juga memiliki portal games besar di negara tirai bambu tersebut.

Melihat sejarah dan perjalanan Alibaba, tampaknya bukan hal yang terlarang bagi sebuah startup lokal untuk bermimpi menjadi startup yang mendunia. Alibaba telah membuktikannya, mengapa kita tidak bisa?

Sumber Gambar : techweekeurope.co.uk


adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>