Akankah WhatsApp Selalu Di Depan?

WhatsAppBulan ini beberapa dari kita terserang ‘demam’ aplikasi messaging yang akhirnya muncul untuk Android dan iOS, Blackberry Messenger namanya. Blackberry tampak mengeluarkan jurus terakhirnya untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan. Tapi bila ditanya, apa aplikasi messaging yang paling besar saat ini? Pasti kebanyakan pembaca akan menjawab WhatsApp.

Yup, secara angka pengguna, WhatsApp telah unggul jauh dari para pesaingnya dengan 350 juta pengguna aktif setiap bulannya. Bandingkan dengan pesaing terdekatnya, WeChat, yang sampai harus merekrut seorang Lionel Messi untuk menjadi bintang iklan mereka, tapi hanya mempunyai 235 juta pengguna. Aplikasi messaging lain seperti Line, KakaoTalk, Kik, dan Tango belum mengeluarkan angka pengguna mereka secara resmi, tapi sepertinya angka tersebut masih jauh di bawah.

“Setiap harinya, para pengguna kami berbagi 400 juta foto via WhatsApp,” ujar sang CEO, Jan Koum. Hal ini makin membuktikan betapa besarnya WhatsApp, bandingkan dengan SnapChat dan (bahkan) Facebook yang masing-masing penggunanya hanya berbagi 350 juta foto setiap hari. Instagram? Hanya 55 juta foto.

Sayangnya, persaingan bisnis bukanlah balapan yang mempunyai garis finish. WhatsApp harus terus bertahan, bila ingin bertahan lebih lama di dunia bisnis mobile. Saat ini, WhatsApp begitu diuntungkan dengan kondisi pasar yang lebih condong pada aplikasi yang simpel, cool, dan mudah digunakan. Hal itulah yang selama ini didengung-dengungkan WhatsApp, tapi para pesaing mereka mulai merambah ke sisi yang berbeda.

Messaging App

Seperti kita tahu, aplikasi messaging yang berasal dari Asia seperti WeChat (China), Line (Jepang), KakaoTalk (Korea), bahkan hingga Blackberry Messenger yang datang dari Kanada, semua menjual konten-konten tambahan seperti Sticker, Games, Video Call, dan lain-lain. Bahkan khusus untuk Line, yang begitu fokus untuk mendapatkan uang, ada kecenderungan untuk menyediakan musik, dan menjadi platform e-commerce. Semua itu, amat sangat dihindari oleh WhatsApp sampai saat ini.

WhatsApp cenderung untuk memperluas akses pengguna, karena itu mereka kini telah tersedia di platform-platform kecil seperti Windows Phone, bahkan Symbian dan Blackberry, sesuatu yang luput dari para pesaing mereka. Untuk Nokia saja, terhitung ada 250.000 pengguna yang dikuasai sendirian oleh WhatsApp. Menurut mereka, kesetiaan akan bertambah seiring makin banyaknya teman yang memakai WhatsApp.

Pertanyaannya, apakah para pengguna akan tetap setia dengan kesederhanaan yang ditawarkan WhatsApp? Bila tidak, angka penurunan yang tengah dirasakan WhatsApp belakangan ini (sekitar 2%, khususnya dari pengguna iPhone) bisa akan terus menjadi lebih tajam. Mereka harus waspada melihat keinginan pasar, agar bisa terus di depan.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>