Aitinesia 2013 Information Technology Outlook – Bagian 1

Tahun 2013 telah datang, dan Januari segera berakhir, namun teknologi informasi – sebagaimana tren sebelumnya – akan tetap berkembang. Mempelajari perkembangan IT di 2012, redaksi aitinesia mencoba mengcompile daftar pendek mengenai hal-hal menarik yang sangat mungkin akan kita jumpai mulai tahun ini.

Beberapa poin memang berlaku atau terjadi secara global, namun pada poin-poin tertentu kami menitik beratkan ruang lingkup Indonesia sebagai acuan pengamatan kami (itulah mengapa kami bernama aiti-nesia :) )
1. Wearable Computing

Tren ini dipiloti oleh dua hal utama, Google Now dan Project Glass yang dapat kita jumpai tahun lalu. Memang belum ada produk yang dijual secara masal yang mewakili genre ini, namun kehadiran Project Glass dari Google menandai awal tren Wearable Computing. Belum lagi perusahaan lain seperti Apple yang kabarnya sudah mematenkan bakal calon saingan produk Google ini, dan juga Microsoft yang tidak mau ketinggalan dengan produk serupa. Bagi Google dan Apple, secara platform software sudah lebih siap dengan dukungan Google Now dan Siri. Microsoft tampaknya masih harus berjuang lebih keras, terlebih dengan platform Windows 8-nya yang belum dapat menyaingi iOS dan Android.

Ketika teknologi ini secara masal telah tersedia, tren smartphone yang saat ini sedang berkembang dapat berubah, bisa jadi bergeser (trend shifting), atau justru saling melengkapi- kami cenderung memilih yang terakhir. Soal harga, pastinya akan jauh dari tanah, namun dengan munculnya produk ini, diharapkan harga smartphone akan semakin terjangkau. Lebih lengkap bisa dibaca di 2013 outlook bagian 3.

 

2. Mobile Platform War

Tak perlu diramalkan, hal ini sudah nampak jelas terlihat sejak awal tahun lalu. Namun yang perlu diperhatikan bahwa kondisi pasar semakin sengit dengan hadirnya OS baru seperti Sailfish, Firefox, dan Ubuntu yang berjuang memperebutkan pangsa pasar yang juga semakin menjanjikan. Belum lagi Microsoft yang akan habis-habisan mempromotori platformnya, serta platform Blackberry 10 yang banyak dikatakan sebagai taruhan terakhir RIM.

Android saat ini sedang diatas angin. Dengan ekosistem yang telah mapan dan dukungan vendor yang gigih memproduksi perangkat berbasis Android ini, tidak mudah bagi platform lain untuk menggeser posisinya dari pangsa pasar, bahkan tidak mudah juga untuk Apple yang makin tidak disruptif. Namun demikian, persaingan antar vendor Android juga sukup sengat, belum lagi lawsuit yang mengintai di sudut ruangan.

Processing Technology

Untuk processor, tahun ini sangat mungkin kita akan menjumpai processor dual quad-core, atau inti delapan. Selain itu, prosesor dual core akan menjadi standard perangkat kelas menengah-bawah. Cina juga patut diperhitungkan dalam kompetisi ini. Sebut saja Mediatek sebagai salah satu produsen prosesor utama di negeri tirai bambu itu. Di tahun 2012 Mediatek sukses melakukan infiltrasi dalam pasar smartphone dengan MTK6577 (dual core)-nya, dan di tahun ini, Mediatek akan mencoba peruntungannya dengan chipset quad-core mereka, MTK6589. Kedua chipset ini telah terbukti memiliki performa yang tidak kalah dengan kelas Snapdragon milik Qualcomm ataupun Exynos-nya Samsung.

Standard yang Semakin Tinggi

Tahun lalu, mungkin pengguna smartphone tidak memiliki standard ekspektasi yang seperti sekarang. Standard paket 1Ghz dual Core, 1GB RAM, resolusi 400×800, 5mp kamera tidak akan lagi sanggup mengundang decak kagum calon pengguna. Mereka akan meminta lebih, dan para vendor juga akan memberikan lebih.

 

3. Bye-bye Feature Phones

Saat ini, di Indonesia, kita bisa mendapatkan telepon genggam dengan sistem operasi Android dengan harga dibawah satu juta. Memang secara spesifikasi bukan sebuah perangkat yang menggiurkan di entry level tersebut, namun tren harga Android yang semakin terjangkau mengancam Feature Phone yang saat ini beredar di pasaran.

Bisa kita lihat dari maraknya handphone “lokal” beriklan di layar kaca. Hebatnya lagi, hanya dengan mengeluarkan uang satu juta rupiah lebih sedikit, kita bisa mendapatkan perangkat Android dengan prosesor ganda (dual core). Untuk hal ini kita patut berterima kasih kepada Cina (biaya produksi rendah,
juga rendah).

Tahun ini mungkin tidak serta merta seluruh perangkat genre ini menghilang dari peredaran di pasar, namun sangat mungkin akan terlihat penurunan penjualan (disebabkan penurunan demand) yang cukup signifikan. Nokia harus berhati-hati.

 

 

comming up next:

Flexible Display

Mobile-Desktop Platform

Indonesia, Go e-Commerce

dan lainnya.

Stay tuned on aitinesia :)

 

 

kredit ilustrasi: channelnomics

 

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>