Ada ‘Hadiah’ Rp 350.000 Jika Pengemudi Uber Berbuat Tidak Senonoh Kepada Anda

Uber Driver

Sebuah hal yang mengerikan lagi-lagi dilakukan oleh seorang pengemudi taksi Uber, dan kali ini kejadian tersebut terjadi di ibukota Inggris, London. Seorang perempuan melaporkan kalau pada bulan Maret yang lalu, seorang pengemudi Uber berusaha melakukan hal yang tidak senonoh kepadanya, dan ia menyatakan perjalanan dengan Uber tersebut sebagai sebuah perjalanan yang ‘menakutkan’.

Perempuan tersebut pun langsung melaporkan hal itu kepada Uber. Uber pun merespon email yang dikirimkan sang korban, dan mengatakan kalau mereka akan melakukan investigasi terkait kasus tersebut, dan memastikan kalau mereka akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut.

Sang korban merasa kurang puas dengan jawaban Uber tersebut yang terkesan hanya sekedar formalitas. Ia pun kembali mengirimkan email kepada Uber dan menjelaskan detail dari kejadian tersebut. Mungkin perwakilan Uber tersebut masih kurang paham atas kasus yang menimpa dirinya. Dalam email lanjutan tersebut, ia menambahkan kalau sang pengemudi tak henti-henti mengajaknya untuk melakukan hal yang tidak pantas. Namun, atas kepercayaannya kepada layanan Uber, ia pun tidak langsung melompat keluar dari kendaraan, dan berusaha untuk bertahan di kondisi yang sangat menakutkan tersebut. Ia berharap kalau Uber bisa merespon dengan serius kejadian tersebut, agar tidak ada lagi perempuan lain yang mengalami kejadian serupa.

Uber Unsafe for Customers

Uber pun kembali membalas email tersebut, kali ini dengan petugas yang berbeda dengan yang membalas email pertama. Menurut email tersebut, seharusnya tidak ada lagi pengemudi Uber yang berani melakukan hal seperti itu, karena Uber punya data pribadi dan detail posisi sang pengemudi. Namun karena hal itu sudah terjadi, Uber pun memutuskan untuk mengembalikan pembayaran sang korban atas perjalanan tersebut, dan memberikan voucher yang nilainya sekitar Rp 350.000 kepada sang korban agar bisa kembali menggunakan layanan Uber di kemudian hari.

Setelah itu, tidak ada lagi kelanjutan email dari Uber. Karena itu, si korban pun tidak tahu apakah sang pengemudi masih bekerja sebagai pengemudi di Uber atau tidak.

Bagaimana Aturan untuk Pengemudi Uber Ketika Terjadi Keluhan Asusila?

Ketika dikonfirmasi, apakah pengembalian pembayaran dan pemberian voucher sebesar Rp 350.000 tersebut memang satu-satunya hal yang akan diberikan Uber setiap terjadi kasus serupa, Uber menjawab kalau mereka akan selalu menanggapi setiap keluhan dengan serius, serta akan melakukan investigasi terhadap pengemudi yang dikeluhkan.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah ada aturan tersendiri di Uber bagi pengemudi yang melakukan tindakan asusila kepada para penumpangnya, Uber menjawab kalau kejadian-kejadian seperti itu sangatlah jarang, sehingga tidak diperlukan sebuah aturan khusus. Hal ini terdengar sedikit janggal, karena bisnis yang dijalankan Uber, sangatlah rentan dengan tindakan-tindakan kurang pantas yang dilakukan pengemudi terhadap para penumpang, ataupun sebaliknya.

(Diduga) Pengemudi Uber Tanpa Nama Mengungkapkan Keinginannya di Jejaring Sosial Whisper

(Diduga) Pengemudi Uber Tanpa Nama Mengungkapkan Keinginannya di Jejaring Sosial Whisper

Kejadian seperti ini bahkan bukan yang pertama kalinya terjadi di London. Seorang perempuan yang merupakan penumpang taksi Uber mengakui kalau ia telah beberapa kali menghadapi pengemudi Uber yang mengajaknya untuk melakukan perbuatan asusila. Namun untungnya, ucapan tersebut tidak sampai ke pemerkosaan. Sayangnya, hal tersebut tidak pernah ia laporkan kepada pihak Uber.

Di kejadian lain, seorang pengidap kanker di New York yang memesan taksi Uber, dan kemudian membatalkannya karena ada hal lain yang harus ia kerjakan, harus menerima SMS yang berisi kata-kata yang tidak pantas dari pengemudi Uber yang ia pesan. SMS tersebut pun sampai menyebut si korban dengan sebutan ‘binatang’. Hal ini pun ia laporkan kepada Uber, dan kemudian (seperti yang dilakukan terhadap korban tindakan asusila di London) ia pun mendapatkan voucher sebesar Rp 350.000 untuk kembali menggunakan Uber di kemudian hari. Baru-baru ini, Uber pun kembali mengalami masalah dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang penegemudi mereka di India.

Di Jakarta sendiri, beberapa keluhan juga telah terjadi terkait dengan operasional taksi Uber. Mulai dari informasi terkait promo-promo mereka yang sering kurang jelas, hingga pengemudi Uber yang terkesan malas dan tidak mau memenuhi pesanan penumpang. Sejauh ini belum ada keluhan terkait kasus pidana terhadap para pengemudi Uber di Jakarta.

Sumber:

  1. http://www.newsweek.com/exclusive-uber-offered-woman-ps20-credit-after-sexual-harassment-allegation-290680
  2. http://www.businessinsider.co.id/uber-gives-woman-20-after-driver-asks-to-perform-2014-12/#.VInzR3s2UkM
  3. http://www.digitaltrends.com/mobile/uber-driver-sexual-harrassment-london/
  4. http://www.buzzfeed.com/franciswhittaker/uber-offers-customer-ps2-after-she-reported-her-drivers-sexu

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

1 Response

  1. desy says:

    bagi yg ingin mendaftar Uber silahkan hubungi 085921931313 atau pin bb 5c5d788e

    dan bagi yg ingin memiliki kendaraan untuk uber tetapi tidak disetujui pihak leasing bisa kami bantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>