10 Alasan Mengapa Sebuah Startup Tidak Bisa Berkembang

Startup Fail

Membuat startup, adalah sebuah tren baru di dunia entrepreneur Indonesia, terutama di bisnis yang berkaitan dengan teknologi informasi. Startup sendiri merupakan istilah untuk sebuah model bisnis yang biasanya diawali dengan modal dan sumber daya manusia yang terbatas. Startup tersebut kemudian harus dikembangkan untuk meraih keuntungan finansial. Keuntungan tersebut bisa berasal dari penjualan produk atau layanan, pemasangan iklan, maupun dari investor yang bersedia memberikan modal.

Perusahaan-perusahaan teknologi besar yang kita kenal sekarang, kebanyakan diawali sebagai sebuah startup. Sebut saja nama-nama seperti Facebook, Google, dan Twitter, di mana ketiga perusahaan tersebut merupakan contoh startup kecil yang kini telah menjadi sebuah perusahaan internasional yang begitu kaya. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa perusahaan yang konsisten mendukung pertumbuhan startup dengan membangun Digital Valley (pusat perkembangan startup) di beberapa kota besar, lengkap dengan kegiatan inkubasi startup di dalamnya.

Anda Ingin Membuat Sebuah Startup? Coba Simak Penjelasan di Bawah Ini

Dalam membuat sebuah startup, ada banyak hal yang bisa menentukan kesuksesan (dan ketidaksuksesan) kita. Membangun sebuah startup yang bernilai ratusan juta hingga miliaran Rupiah, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Faktanya, hanya sebagian kecil startup yang kemudian bisa langgeng dan terus meraih kesuksesan.

Oleh karena itu, sebelum anda mulai membuat sebuah startup, cobalah perhatikan terlebih dahulu penjelasan dari Nitinkumar Gove, seorang entrepreneur asal India, berikut ini. Ia coba menjelaskan tentang hal-hal yang bisa jadi pemicu kegagalan dari startup yang anda buat.

1. Membuat Produk yang Salah

Startup Idea

Dalam membuat sebuah produk atau layanan, ada baiknya kalau kita melakukan riset terlebih dahulu kepada calon konsumen kita. Coba tanyakan kepada mereka, apa produk atau layanan yang paling mereka butuhkan. Kesalahan dalam menentukan produk yang akan dibuat bisa membuat startup kita terus jalan di tempat, dan tidak  bisa berkembang menjadi lebih besar.

2. Tidak Bisa Membentuk Tim yang Tepat

Startup identik dengan jumlah sumber daya manusia yang minim. Tak jarang ada startup yang hanya terdiri atas 3 orang. Hal ini diperlukan untuk menekan biaya hingga sekecil mungkin. Karena itu, pemilihan tim kerja yang mempunyai skill yang mumpuni dan pandangan yang sama tentang produk yang dibuat, merupakan suatu keharusan.

3. Kurangnya Unique Value Propositions (UVP)

Unique Value Propositions (UVP) adalah keunggulan atau nilai tambah yang dimiliki oleh produk kita, bila dibandingkan dengan produk-produk lain yang serupa. Kegagalan dalam menentukan UVP, bisa membuat produk kita tampak sama saja dengan produk-produk yang lain, yang berakibat pada kurangnya minat konsumen pada produk kita.

4. Kurangnya Kesabaran

Dalam membangun startup, kita harus bersiap untuk menghadapi masa-masa suram yang bisa datang kapan saja. Banyak kasus terjadi di mana seorang pembuat startup terlalu cepat menyerah terhadap semua hambatan yang menghadang, hingga terlalu cepat memutuskan untuk menghentikan pembuatan produk.

5. Kegagalan Merevisi Tujuan Startup

Karena bentuknya yang begitu minim dari sisi permodalan dan sumber daya manusia, sebuah startup bisa saja mengubah bentuk dan tujuan dari produk yang mereka buat, sesuai dengan kondisi pasar. Apabila seorang pembuat startup kurang peka terhadap hal tersebut, ia bisa saja menghabiskan waktu dan biaya untuk produk yang akan sulit diterima oleh pasar.

6. Tidak Adanya Mentor atau Penasihat

Sama seperti ketika kita sedang berada dalam bangku sekolah dan memerlukan bantuan guru atau tutor, begitu juga dalam kehidupan membangun startup. Kita membutuhkan seseorang untuk menjadi Mentor atau Penasihat. Orang tersebut sebaiknya merupakan orang yang berpengalaman dalam hal membangun startup, dan bisa mencegah kita dari melakukan kesalahan-kesalahan yang bisa berakibat fatal.

7. Peluncuran Produk yang Terlambat

Seperti yang saya katakan di atas, membuat startup sudah menjadi sebuah tren. Semua orang seolah-olah ikut membuat startup. Karena itu, jangan sampai kita didahului oleh pembuat startup yang lain, hanya karena kita terlalu lama berkutat dalam proses pembuatan produk, dan terlambat dalam melakukan peluncuran produk.

8. Ragu Dalam Mengambil Keputusan

Seorang pembuat startup seharusnya mempunyai visi dan tujuan yang jelas tentang startup yang ia buat. Dan sebaiknya, segala keputusan yang dibuat juga berdasarkan pada visi dan tujuan tersebut. Untuk membantu seorang pembuat startup dalam mengambil keputusan, ada baiknya bila mereka membuat Rencana Bisnis terlebih dahulu.

9. Tidak Adanya Business Plan

Startup Business Plan

Rencana Bisnis atau Business Plan merupakan salah satu hal yang penting dalam pembuatan startup. Dengannya, kita bisa mengukur kapan kita harus melakukan launching, kapan kita harus melakukan modifikasi produk, berapa harga yang akan kita minta, dan lain-lain. Tanpa adanya itu semua, seorang pembuat startup tidak akan mempunyai landasan yang jelas dalam mengambil setiap keputusan.

10. Tidak Menyadari Kompetitor dan Perubahan Pasar

Jangan sekali-sekali memakai kacamata kuda, dan terus bergerak maju tanpa melihat ke kiri dan kanan. Kita harus terus mencari informasi tentang setiap kompetitor kita, dan mempelajari apa yang harus kita lakukan untuk menjadi lebih baik dari mereka. Permintaan konsumen juga terkadang sering berubah-ubah, dan ini juga harus kita perhatikan bila kita ingin produk kita tetap dipakai oleh mereka.

Jadi, sudah siap untuk membuat startup?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>